Posted in Video

Dads #SharetheLoad

Saya jadi teringat bapak saya, tidak jarang beliau masak di rumah untuk sarapan/makan malam sekeluarga. Menu favorit beliau, nasi goreng, dan sampai sekarang tidak ada yang mengalahkan rasa sedap, natural, dan cabe merahnya nasi goreng bapak. Bapak juga lihai dalam pekerjaan rumah tangga lainnya seperti mencuci (beliau paling jago di antara semua anggota keluarga), bersih-bersih rumah, merawat bayi, dll.. Jika ibu sangat sibuk dengan suatu hal, bapaklah yang membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya.

Teringat pula pada adik-adik di rumah (semua laki-laki), sejak kelas dua atau tiga sekolah dasar mereka sudah diwajibkan orang tua kami untuk mencuci sendiri pakaian dalam mereka serta baju-baju yang ringan (kaos main dan kemeja seragam misalnya). Tak hanya itu, setidaknya sebelum lulus sekolah dasar saya yakin mereka sudah tahu caranya menanak nasi menggunakan panci penanak nasi, bukan rice cooker lho ya. Ya itu, menanak nasi yang prosesnya pakai dua panci. Yang pertama harus rajin diaduk dan dicek agar tidak gosong, yang kedua pancinya berat dan kalau nasinya sudah matang keluarlah asap putih seperti di sauna-sauna.

Lalu, dengan suami yang sebenarnya bisa melakukan semua pekerjaannya sendiri apakah kemudian ibu jadi ongkang-ongkang kaki? Tentu tidak. Ibu tetap melakukan sebagian besar pekerjaan rumah tangga, sebagai wujud cinta dan pengabdiannya kepada keluarga.

Saya bangga punya bapak yang nggak jarang membantu istrinya, dan saya harap adik-adik saya kelak bisa menjadi kepala keluarga yang ringan tangannya (bukan buat kdrt loh) 🙂

 

Bahkan Rasulullah saja masih suka turun tangan untuk urusan pekerjaan rumah tangga kan?

Advertisements
Posted in Telaga, Video

[Catatan Senja] The Hijaab Terminator

I copied some parts of the original post, and here it is..

“..if you want to understand proper hijaab you need to look at proper sources that is Qur’an and Sunnah.
Wearing Make up with hijaab and accessorizing it totally defeats the purpose of hijaab.
Be it fancy hijab pins or false eyelashes or Tikas or jewellery.
Hijaab is for worship and for Allah

YES! It is also for the fact that you do not look beautiful or alluring. If you are wearing a scarf on your head which doesn’t even cover your chest and a ton of make up you have not understood hijaab. Shaytan is fooling you or you are making excuses.
When you follow a commandment of Islam make sure you do so properly. Hijaab is fard and the punishment for not wearing it is pretty strict.

DISCLAIMER : Doesn’t apply for sisters who are slowly trying to transition and perfect their hijaab. You need to keep moving towards perfecting it and not get stuck in a stage thinking that is appropriate hijaab.”

Agak keras dalam penyampaian, ngapunten nggih, tapi bukan saya yang nulis. Saya pribadi setelah dengar kajian dari ustad-ustad tidak mempermasalahkan hijab dengan warna selain warna-warna gelap, walaupun nggak yang ngejreng juga 🙂

Tapi..Sooo agree with the disclaimer part. Indeed, most of us are still struggling in perfecting our hijab. What we do really need is..keep learning and of course, apply the knowledge ❤

Bacaan lanjutan:

Jilbab

~~

No offense, tidak pula merasa benar. Saya juga nyadar hijab saya masih sering seperti layang-layang. Heu.

Posted in Cat Warna, Video

How to Boost Your Confidence

Nemu ini di tengah hikmatnya acara makan siang sambil nonton video-video TED-Ed di lab. Iseng aja buka karena sempat beberapa waktu yang lalu nge-down banget sama urusan lab-mengelab, khwatir dan gak PD buat banyak hal. Personally, perlu ditambah sesuatu yang paling penting:

Percaya kalau aku, kamu, punya Allah. Dan.. tak ada yang tak mungkin bagi-Nya :’)

 

Posted in Telaga, Video

(Updated) Kajian Sirah yang Menggugah

Aku, kalau lagi keranjiangan sesuatu biasanya jadi nggak bosan-bosan buat mempromosikan ke siapapun, lewat apapun. Seperti yang satu ini, aku lagi suka banget (semoga terus sih) dengan kajian sirah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam dari Yasir Qadhi.

Awal ketertarikanku dengan kajian beliau dimulai ketika aku main ke rumah kak Sohana untuk (iseng-iseng) mengerjakan proyek libur musim panas yaitu, belajar menjahit (asik banget kan? heheh). Jadilah, selama beberapa waktu itu tiap sebelum pergi ke tempat baito, aku mampir dulu ke tempat kak Sohana selama beberapa jam. Nah, ternyata kak Sohana dan keluarganya punya kebiasaan yang bagus banget. Patut ditiru. Jadi..

Untuk menghalau sepi, selama bekerja (kak Sohana bekerja di rumah sebagai penjahit barang-barang unyu) alih-alih mendengarkan musik, beliau malah mendengarkan berbagai macam kajian.

Salah satu kajian yang sedang intensif diikuti kak Sohana adalah kajian Syaikh Yasir Qadhi tentang sirah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam. Kajiannya berbahasa Inggris, dan bahasanya enaak banget, dan kuharap yang baca nggak kaget karena edisi lengkapnya berisi 102 bagian (kalau tidak salah, yang pasti lebih dari 100). Masya Allah..

Yang menarik dari kajian beliau adalah: kajian tersebut memang diperuntukkan untuk benar-benar belajar, bukan sekedar tahu, jadi penjelasan yang diberikan benar-benar detail dan mendalam. Setiap kejadian juga selain disebutkan derajatnya (shahih, lemah, atau bahkan palsu), beliau juga menyebutkan hikmah yang bisa dipetik dari kejadian-kejadian tersebut, seperti:

  • Rasulullah juga memiliki rasa takut sebagaimana manusia biasa. Setelah beliau kembali dari isra’ mi’raj, beliau dilanda kebingungan dan ketakutan bagaimana harus menyampaikan pada umatnya.
  • Rasulullah tahu bagaimana menghadapi/menanggapi seseorang sesuai karakter orang tersebut.
  • dan.. ada banyak sih, tapi lebih seru kalau mau dengar sendiri 🙂

Kalau berminat, ini salah satu episode yang kusuka. Berisi tentang perjalanan isra’ mi’raj nabi. Ada juga bagian yang menceritakan bagaimana keindahan surga, sidratul muntaha, dan banyak lagi..

Oh ya bagi yang khawatir dengan kuota internetnya, bisa download mp3nya dari sini:

http://www.muslimcentral.com/playlist/yasir-qadhi-seerah/page/7/

If you need the transcript (someone wrote it to be shared for free, jazahumullahu khayran) here is the link: https://www.scribd.com/…/Yasir-Qadhi-s-Complete-Seerah-Seri…

Insyaa Allah kajiannya nggak ngebosenin kok 🙂 Aku saja yang mudah bosan dengan sesuatu kalau mendengar kajian ini nggak bosan-bosan mengulang berkali-kali.

Lebih seru lagi kalau ada partner yang bisa diajak diskusi tentang kajian ini. Kayak kak So dan suaminya, katanya sih mereka sering ‘balapan’ banyak-banyakan seri dan mereview bareng kajian sirah tersebut di waktu santai sehabis bekerja. So sweet ya 🙂

 

Posted in Video

360 Nikmat

Di dalamnya ada 360 nikmat: hujan yang turun, sawah-ladang, petani yang menanam, memupuk, hingga menanam padi, api untuk memasak, entah sampai mana lagi.. :’)

Semoga kita menjadi bagian di antara hamba-hambaNya yang senantiasa bersyukur ya 🙂

sumber: Yufid Tv

Posted in Video

[Video Donasi Suriah] Tahukah Anda?? Ribuan Anak Yatim Suriah Menanti Uluran Tangan Kita

Artikel Islam Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jamaah Free Download Gratis Ebook MP3 Video Turorial Ceramah Kajian Islam | SALAFIYUNPAD.wordpress.com

Tahukah Anda?? Ribuan Anak Yatim Suriah Menanti Uluran Tangan Kita – Donasi Peduli Muslim Suriah

Santunan untuk Anak Yatim di Kota Aleppo, Syria – Donasi Peduli Muslim Suriah 

Selama 1020 hari, sejak 18 Maret 2011 hingga 31 Desember 2013, jumlah kaum muslimin yang meninggal akibat kezaliman pemerintah Syiah Suriah di bawah rezim Presiden Basyar Al-Assad, tercatat 92.120 jiwa.

Pada November 2013, UNHCR melaporkan, lebih dari 70.000 anak suriah yang hidup sendirian sebagai pengungsi tanpa bapak. Sebagian terpisah dengan orang tuanya, dan kebanyakan berstatus yatim. Dan lebih dari 3.700 anak, kehilangan kedua orang tuanya.

Alhamdulillah, pada Oktober 2013, tim relawan kemanusiaan peduli Suriah tahap III, telah menyalurkan santunan kaum muslimin Indonesia kepada sekitar 500 anak Yatim di kota Aleppo. Sedang ribuan anak yatim lainnya di Suriah, masih menanti uluran tangan kita.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Aku dan orang yag mengasuh/menyantuni anak yatim di surga seperti ini.” Lalu beliau…

View original post 126 more words