Posted in Telaga

Ngerasa Udah Emang Gitu Seharusnya

1519055336744396873980.png

Ada yang lupa bersyukur. Tahu bacem yang bisa masuk ke perut siang ini dianggapnya biasa aja. Ya udah emang gitu seharusnya, makanan masuk mulut, dikunyah, masuk perut. Kan dia nggak ada sakit apa-apa yang bikin dia perlu bersyusyah payah ngunyah.

Continue reading “Ngerasa Udah Emang Gitu Seharusnya”

Advertisements
Posted in Kutipan, Telaga

Nggak Lirik Kanan-Kiri

So fokus saja lah sm diri sndiri. Berusaha jungkir balik utk mjd terbaik yg kita bisa tanpa melirik2 ke kanan kiri. Maksimalkan apa yang allah kasih ke kita dan bersinarlah dg yg ada. Tau kenapa kebun bunga bisa terlihat indah? Krn masing-masing bunga sibuk merekahkan kelopaknya, tanpa berpikir utk berkompetisi dg bunga sebelah.

“I’m a queen. With a handsome king. In a big castle. With perfect heirs. Servants. Lots of money, food to eat. My life is heaven. If u look from the window. If u look closer, my tiara is fake diamonds, the king is a robot & the castle is made of ice”.

-Sarra Risman

Posted in Telaga

Bila Waktumu Telah Tiba

Apakah kamu bisa menjamin dirimu masih memiliki umur hingga sejam, sehari, esok nanti?

Takutlah, jika Allah mencabut nyawamu sementara kamu sedang berduaan dengan lawan jenis yang tidak Allah ridhoi.

Takutlah, jika sampai ajalmu di tengah kamu sedang mendengarkan musik atau melantunkan lagu, padahal itu Allah benci.

Takutlah, jika foto-foto yg kamu upload di Instagram/Facebookmu-baik itu artis kecintaanmu atau itu foto dirimu sendiri-jadi zina mata bagi orang yang melihatnya sehingga kamu pun turut mendapat dosa, sedangkan badanmu terbujur kaku di kubur tanpa mampu berbuat apa-apa..

Takutlah…takutlah akan bagaimana kamu meninggalkan dunia dan takutlah dengan apa yang kamu tinggalkan..
Sedangkan kamu diberi dua pilihan:
Menjadi manusia yang meninggal dan mendapatkan ganjaran setelah kematianmu, atau
Menjadi manusia yang meninggal namun menanggung dosa orang-orang yang kamu tinggalkan..

Ajal tak kenal usia,sehat atau sakitnya seorang hamba, atau siap tidaknya. Seseorang akan diwafatkan dalam kebiasaannya, maka segeralah membuka pintu taubat kuat-kuat jika maksiat masih menjadi kebiasaan yang kamu sukai. Sesungguhnya pintu taubat senantiasa terbuka, tapi maukah kamu berjalan di dalamnya?

Panggilan untukmu yang sedang mengantre dalam barisan calon mayit akan datang tiba-tiba, maka jangan pernah menunda untuk menjadi baik, jangan menunda beramal shalih. Bersegeralah, berlombalah dalam amal shalih meskipun setan selalu membayangimu dengan berbagai ketakutan, kemiskinan, dan angan-angan panjang.

Sejenak, mari berdialog dengan kematian. Ketika seseorang yang masih muda meninggal dunia, cobalah untuk tidak berpikir, “Duhai, seandainya ia hidup lebih lama lagi, betapa masih panjang jalan hidupnya.”
Tapi cobalah berpikir, “Betapa banyak orang semuda ini yang sudah tak lagi hidup di dunia!”

Atha’ Al-Khurasani mengatakan,
“Jadikanlah dunia ini sebagai sesuatu yang sudah kamu tinggalkan. Dan jadikanlah kematian itu seperti sesuatu yang telah kamu rasakan. Dan demi Allah, kamu memang akan merasakannya. Jadikanlah akhirat seperti tempat yang telah kamu singgahi. Dan demi Allah, kamu memang akan singgah di sana. Ia adalah kampung halaman setiap manusia.” (Shifatus Shafwah III: 246)


Faidah kajian “Jika Waktumu Telah Tiba” bersama ustadzah Azizah Ummu Yasir
Faidah dan kutipan dari buku “Mati Tersenyum Esok Pagi” oleh Abu Umar Basyier

Jogjakarta, 25 Februari 2018
Catatan yang utamanya untuk diri sendiri-yang antre untuk mati.

Posted in Telaga

Memandang Langit

Mari duduk sejenak, memandang langit dari atas bukit. Bumi-Nya luas, langit di depan kita tak berbatas. Mengapa hatimu terasa sempit?

Mahabesar Allah yang menjaga langit tetap di atas sana, dan menguatkan kaki kita berpijak di bumi-Nya. Jika menciptakan sesuatu dari ketiadaan saja mudah bagi-Nya, apalagi menghilangkan gundah hatimu?

Jagalah Allah maka kau akan mendapati-Nya di depanmu (bersamamu dan menolongmu). Kenalkanlah dirimu kepada Allah di saat lapang (senang), niscaya Dia akan mengenalimu (menolongmu) di kala sempit (susah). Ketahuilah, bahwa apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah, bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, jalan keluar itu bersama kesulitan, dan bersama kesulitan itu ada kemudahan. (HR. Abd bin Humaid dalam Musnad, no. 636)

Jogja, 19 Februari 2018

Yang sedang belajar melapangkan hati.

Posted in Telaga

Kajian: Ketika Cinta Bersemi

pink-love-blooms-tv1
Sumber gambar: di sini

Bismillah

Apa itu cinta?

Kasih sayang?

Rasa yang tak bisa diungkapkan?

Menurut Ibnu Qayyim,

“Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; membatasinya justru akan menambah kabur maknanya. Maka batasan dan penjelasan cinta tersebut tidak dapat dilukiskan hakikatnya secara jelas , kecuali dengan kata cinta itu sendiri.” (1)

Continue reading “Kajian: Ketika Cinta Bersemi”

Posted in Telaga

(Kajian) Menjadi Muslimah Super: Tetap Syar’i dalam Karya

Bismillah

Setiap muslimah yang cerdas pasti mendambakan dirinya menjadi muslimah super. Lalu  siapa dan bagaimanakah menjadi muslimah super itu?

Berikut catatan kajian “Menjadi Muslimah Super: Tetap Syar’i dalam Karya” bersama ustadzah Azizah Ummu Yasir (Alumnus Dar El Hadits Yaman, CEO Mazaya Tour, Inspirator Muslimah). Continue reading “(Kajian) Menjadi Muslimah Super: Tetap Syar’i dalam Karya”