Posted in Jogja

Anak-anak yang Melit Ilmu Agama

Veni: Mbak, doa berbuka itu kan yang dzahabazh zhoma-u itu kan ya mbak?

Hasna: (mencoba melafalkan doanya) Eh iya mbak, aku belum hafal. Veni tulisin dong. Masa’ nanti aku mau buka puasa nyari-nyari kamu dulu buat ngajarin doanya? Veni nih mbak..nggak mau nulisin..

Veni: Lha aku tuh gak hafal tulisannya mbak..

A: Ya udah sini mbak tulisin

Hasna: Sama Arab sama arti sama latinnya ya, mbak

A: Sek sek bentar, mbak liat tulisannya dulu ya (buka yufid.com karena diri sendiri juga ga hafal tulisan arab dan artinya hehe)

Setelah selesai nulis:

Hasna: Nah, ini nanti kudu tak bawa ke mana-mana mbak (bukunya) biar hafal..

MasyaAllah..mereka berdua adalah sekian dari banyak anak yang semoga Allah senantiasa berikan hidayah pada mereka. Mereka termasuk anak-anak yang polos, kritis, dan melit (curious). Pertanyaan-pertanyaan dari mereka banyak yang membuat mbak-mbaknya harus belajar lagi dan menyadarkan bahwa mbak-mbaknya juga masih dangkal sekali ilmunya. Sebenarnya pertanyaan-pertanyaan mereka adalah pertanyaan dasar yang sering diabaikan penuntut ilmu macam saya ini.

“Mbak, kalau si R (temannya yg belum muslim) mati sebelum masuk Islam, apa aku bisa nolong dia biar nggak masuk neraka?”

“Mbak, kalau aku sholat di shaf pertama lalu kentut, kalau mau mundur aku lewat mana?”

“Mbak, aqidah itu apa sih mbak?”

“Kalo guruku tuh dibilangin musik itu haram dia marah-marah, itu gimana e mbak?”

“Mbak, setan itu yang nyiptain Allah juga?”

“Iya po mbak Allah itu punya tangan?”

Dan entah berapa banyak pertanyaan lain yang saya sampai lupa karena belum bisa jawab dan masih berhutang.

Mereka termasuk anak-anak yang semangat datang kajian malam Jumat di MPD meskipun masih banyak berisik dan susah anteng (namanya juga anak-anak). Mereka yang begitu bersemangat pengen pake cadar, sampai dibelain beli cadar anak di Sunmor UGM 😀

Zaman seusia mereka..saya mah malah ngga kepikiran apa-apa buat tahu lebih tentang agama saya deh kayaknya.

Semoga Allah jaga mereka, senantiasa diberikan hidayah taufiq, dan bisa mengajak yang lainnya pada kebaikan 🙂

Will definitely miss them.

Advertisements

Author:

Seumur hidup pembelajar. Ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar, mendengarkan cerita, dan bereksplorasi.

2 thoughts on “Anak-anak yang Melit Ilmu Agama

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s