Posted in Hujan-Panas

Pindah, Pindah

Kadang saya berharap bisa jadi orang yang highly adaptable. Pindah lokasi ke mana-mana okeoke saja. Tapi kayaknya nanti itu jadi bukan saya sih ya hehe. 

Jadi, tiba-tiba ketika telpon orang tua beberapa hari yang lalu saya dapat kabar cukup mengejutkan. Posisi saya sedang di Jogja dan memang belum berencana pulang dalam waktu dekat. Orang tua bilang, kami sekeluarga (sebenarnya tinggal berempat) pindahan lagi ke rumah lama, rumah orang tua saya yang sudah ditinggalkan selama 8 tahunan. Tadinya kami menempati rumah masa kecil saya, punya emak-mbah. Kontan saja saya kaget, ada apa? Kenapa mesti pindah? Kenapa ketika saya tidak ada di rumah? Mungkin sih memang ada sebab tertentu atau sangat urgent sampai akhirnya kami harus pindah, tapi ibuk mewanti-wanti agar tidak terlalu dipikirkan. Ya saya nggak mikir banget sih, tapi rasanya tetap sedih. Saya sudah tinggal di sana selama 4/5 hidup saya, setiap kali pulang saya menemui rumah yang sama. Tiba-tiba ketika nanti pulang, saya harus berhadapan dengan hal yang baru. Rasanya, hmm…

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s