Posted in Tuna Wisma

Mata yang Jelalatan

Nyatanya – semakin nyata ketika berkurang kesibukan – menundukkan pandangan itu nggak cuma terhadap lawan jenis yang berpotensi menebar ketertarikan di dada. 

Tapi juga, pada isi kresek punya tetangga, pada busana necis milik saudara, pada…feeds bertabur suasana musim dingin negara empat musim, makanan (kelihatan) enak yang dipotret a la bird eye view, atau semacamnya. 

Ternyata, tukang quote di media sosial nggak bohong. Teman duduk terbaik adalah buku. Bukan Instagram, Path, atau Facebook. Setidaknya, untuk pemilik hati-hati yang takut membawa angan panjang, iri, dan dengki ketika mati.

Mungkin terlalu lebay kalau judulnya jelalatan. tapi ya sudahlah 😀



Ternyata, saya belum bisa jadi peserta ODOP maupun ODO-ODO yang lain. Betapa bahagianya orang-orang yang konsisten dalam kebaikan :’)

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

One thought on “Mata yang Jelalatan

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s