Posted in Hujan-Panas

Paspor yang Hilang

Seorang polisi tiba-tiba menghampiri adik kelas saya dan ibunya yang baru saja sampai di Nagoya. Polisi itu meminta paspor dan alien card mereka sembari mewawancarai. Saya yang saat itu bertugas menjemput mereka merasa kesal, pasalnya selama ini saya sering mendengar cerita tidak menyenangkan yang dialami kakak-kakak senior. Lagipula saat itu juga saya sedang buru-buru. Jadilah saya pasang muka jutek bin mangkel, kebiasaan saya yang sulit dihilangkan ketika tidak menyukai sesuatu.

Setelah beberapa menit bertanya tentang identitas adik kelas saya, polisi tersebut meminta saya menunjukkan alien card milik saya. Dengan pedenya saya bilang saya selalu bawa sembari mengeluarkan dompet. Weladalah setelah bongkar-bongkar isi dompet saya tidak menemukan kartu yang dimaksud. Qadarullah paspor saya pun tidak ada. Panik lah saya. Sambil mengeluarkan berbagai argumen, saya pun menunjukkan student ID saya. Saat itu saya sudah takut sekali akan dibawa ke kantor polisi. Untungnya pak polisi berbaik hati membiarkan saya dan hanya mengingatkan agar berhati-hati serta tidak lupa lagi, alhamdulillah. Tapi malunya itu loh, udah jutek nggak punya ID lagi 😣

Setelah pak polisi pergi, saya sama sekali nggak bisa tenang. Bagaimana bisa paspor dan alien card saya nggak ada di tas? Padahal selama ini saya selalu membawa dua barang keramat itu ketika bepergian. Bahkan teman-teman pun sering heran karena toh paspor tidak dibutuhkan jika sudah bawa alien card. Setelah mengantar adek kelas ke asrama, saya pulang dan mengacak-acak seisi rumah. Nggak ada juga! Rasanya shock, bingung, panik, gimana saya bisa keluar rumah kalo nggak bawa kartu identitas. Kan nggak lucu banget yah kalau saya dideportasi sekian minggu sebelum saya resmi pulang?! Sembari menenangkan diri, saya buka-buka lagi buku agenda saya, mengingat kembali di mana terakhir kali saya mengeluarkan mereka hingga saya teringat satu tempat, meski agak ragu-ragu karena sudah lebih dari seminggu sejak saya mengunjungi tempat itu.

Dengan terburu-buru, saya menuju tempat yang dimaksud. Udah kokoro junbi (persiapan hati) kalau-kalau di tempat itu nggak ada. Alhamdulillah ternyata masih ada, disimpan rapih oleh mas-masnya :”)

Dalam perjalanan pulang saya gembira bukan main sambil merutuk kebodohan diri sendiri. Gimana ceritanya saya meninggalkan paspor dan alien card di convenience store?! Inilah yang terjadi jika kamu adalah pelupa, terutama soal barang-barang bawaan.

Bukannya nggak berusaha ya, saya berusaha, Mak. Saking seringnya saya meninggalkan barang di mana-mana, saya sampai harus memberi label nama dan email pada hampir semua barang-barang saya yang sering dibawa bepergian/ke kampus. Harapan saya sih kalau tertinggal ada orang lain yang notice/berusaha memanggil nama saya. Macam anak SD saja kan? Sudah diberi label nama pun masih sering terlupa (terutama payung dan pena!!). Saya juga sudah berusaha selalu meletakkan semua barang pada posisi yang sama dalam tas ransel tercinta, misalnya payung dan/atau wifi pocket di kantong 1, dompet di kantong 2, agenda di kantong 3, dsb. Trik terakhir lumayan efektif, setidaknya saya bisa cepat sadar jika ada barang yang hilang. Tapi menjadi sangat bermasalah begitu saya menggunakan tas lain. Bubar, bubar!

Di akhir hari, saya merasa bersyukur banget dicegat pak polisi di bandara. Coba pagi harinya Allah nggak mempertemukan kami, saya pasti nggak akan pernah ingat kalau paspor saya ketinggalan mungkin sampai beberapa waktu sebelum saya mengurus administrasi sesuatu. Alhamdulillah alhamdulillah.. Rasanya pengen banget ketemu pak polisinya lagi dan nunjukkin kalo saya orang asing yang baik-baik dan punya dokumen keramat 😂

n-residentcard-a-20150326
Ilustrasi alien card Jepang. Source: dari sini

*alien card: sebutan lain residence card bagi orang asing di Jepang

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

4 thoughts on “Paspor yang Hilang

        1. wah 2 kali XD di Turki residence permit card-nya macam KTP begitu juga?
          Iya ya, saya kok malah baru kepikiran sekarang kenapa gak perlu bawa 2-2nya 😀

          Like

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s