Posted in Hujan-Panas

Bapak: Rindu

Menurutmu, siapakah yang paling susah mengucap kata “rindu”?

Bagiku, adalah bapak yang paling susah mengucap kata rindu. Jika ibuk adalah orang yang blak-blakan dengan perasaannya padaku, bapak sebaliknya. Bapak adalah misteri, sebagaimana banyak laki-laki. Meski sikap beliau sering membuat Annisa remaja berpikiran negatif terhadap beliau, tak jarang juga sepatah dua patah kata beliau adalah obat yang ampuh untuk berbagai masalah terutama di saat-saat galau.

Bapak seringkali bersikap cool dan terkesan “cuek” ketika menghadapi curhatan anak-anaknya, terutama kami para putri. Meski begitu, aku tak pernah sangsi bahwa bapak memahami, bahkan turut merasakan kegelisahan yang sama.

Ketika melihat putrinya menangis saat mengadu tentang suatu masalah, bapak punya penanganan pertama pada kegalauan yang tidak bisa ibuk lakukan: mengobrol tentang makanan, tentang cuaca, atau bahkan soal hobi kami. Intinya, bapak selalu berusaha mengalihkan isu terlebih dahulu untuk memastikan kami rileks dan tak menye-menye dulu. Setelah itu, sampailah pada sesi nasihat bapak. Alih-alih berupa nasihat, bapak biasanya bertanya balik tentang masalah kami, memancing kami berpikir lebih positif sekalian berdiskusi.

Tentu saja, ini berbeda dengan ibuk yang biasanya turut emosional dengan tangisan anaknya. Yang meski di video tampak biasa saja, tapi beberapa hari kemudian sakit-sakitnya kambuh karena kepikiran si anak.

 

Bapak, adalah orang yang paling jarang mengungkapkan kasih sayang dalam bentuk verbal (meskipun sebenarnya keluarga kami secara umum begitu). Tapi aku tahu bapak teramat sayang padaku. Pernah suatu hari, 2 tahun lalu ketika aku mudik ke Indonesia, ibu bercerita bahwa bapak menangis yang ia tak pernah menangis sesedih itu setelah sholat tahajud. Ya, bapak dan ibu biasanya kompak sholat tahajud di waktu yang sama.

Dan tahukah kamu apa yang membuat beliau menangis? Beliau menangisiku, takut anaknya yang suka mendebat ini ikut golongan Islam “aneh-aneh”. Apalagi mendengar para tetangga dan keluarga besar banyak membicarakan penampilanku yang berubah. Dan ketika itu aku merasa trenyuh, bahagia, sedih sekaligus kesal pada orang-orang yang asal menduga. Aku tahu beliau begitu sayang padaku. Aku sangat berharap suatu saat beliau tahu bahwa anaknya ini tak terjerumus kepada golongan “aneh-aneh”, bahwa putri kecilnya sedang berusaha memahami Islam sebenar-benarnya.

Bapak, terakhir kali kami berbicara lewat telepon di pagi hari sebelum shalat Idul Fitri, 6 Juli 2016. Tak lebih dari dua menit. Bapak tak mengucap kata rindu. Tapi suaranya bergetar, mendengarku mengucapkan maaf. Suaranya bergetar, ketika mengucap selamat hari raya dan meminta maaf atas kesalahan beliau yang lalu.

Dan tahukah kamu, siapa orang kedua yang paling sulit mengaku rindu lewat percakapan langsung?

Aku kira, itu aku.

f22666644102d2ef520acc6c44cba716
image source: here
Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

4 thoughts on “Bapak: Rindu

  1. *nangis*

    “tin, bapak menangi kowe nikah ora yah?”
    “tin, bapak melas karo kowe nunggu bapak dhewe nang jogja.”

    mba titin nopo mboten balik bandung malih?
    bapak: “titin kan nungguin bapak full, jd belum kerja, ya tin?”

    ketika ada yg mengeluh capek mijit bapak,
    bapak: “apamaning titin ya, waktu nang RSU Jogja saben bengi mijiti bapak terus tekan bubu.”

    sekarang titin sgt bersyukur dikasih kesempatan deket sm bapak jelang hari akhirnya, meski dulu ada keluh mengeluh juga 😥

    Like

    1. Turut berduka mbak titin :”
      Alhamdulillah masi sempat merasakan saat2 berbakti orang tua. Semoga dicatat sebagai amal ibadah :”)

      Like

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s