Posted in Telaga

Untuk Apa Aku Puasa?

Sebagai seseorang yang masa hidupnya telah lewat dari seperlima abad, terlambatkah aku bertanya, “Untuk apa aku puasa?”

Aku curiga, selama 16 tahun seluruh puasaku semata untuk menunggu adzan maghrib bergema. Jangan-jangan, seluruhnya juga untuk menanti aneka hidangan berbuka yang (seharusnya) terhidang istimewa selama bulan puasa.

Bagaimana tidak, setiap menjelang berbuka bersama-siapa-saja aku (hampir) selalu berlomba. Bukan soal akumulasi pahala dan doa, tapi menu ta’jil apa saja yang bisa kuraih dan ditumpuk di depan mata.

Aku curiga, aku puasa hanya untuk balas dendam saat berbuka. Karena bibirku sering menggerutu tentang menu buka yang begitu sederhana. Karena hatiku sering kecewa, tak mendapat hidangan semewah teman yang di sana.

Seolah lupa tentang bersyukur, entah bagaimana caranya.

 

di kursi sehari-hari, hari ini tidak kabur lagi.

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

6 thoughts on “Untuk Apa Aku Puasa?

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s