Posted in Cat Warna, Rupa-rupa

Pesan dari Ibu Atase Pendidikan

“Jangan stres dipendam sendiri..”

“Menjaga komunikasi yang baik dengan sensei itu sangat perlu..”

Kutipan kalimat pembuka dari bu Alinda F.M Zain, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo dalam kunjungannya menengok ‘anak-anaknya’ di kampus Nagoya University. Kalimat yang juga menunjukkan sebagian respon beliau setelah mendengar beberapa kasus yang menimpa mahasiswa Indonesia di kampus kami.

Berikut ini pesan yang beliau sampaikan (dari sudut pandang bu Alinda sbg orang pertama)

Ada tiga pesan saya untuk survive belajar di sini:

  1. Punya prinsip

Sejak awal saya datang ke sini, di bandara ketika sensei bertanya apa yang saya butuhkan, saya katakan dengan tegas: (1) Saya harus sholat 5 kali sehari, jadi beri saya space (2) Saya tidak makan daging/ayam yang tidak disembelih dengan membaca bismillah

Sekali kita mengemukakan prinsip kita, pegang kuat-kuat. Jangan ketika awal sudah bilang tidak minum alkohol tapi di tengah jalan tergoda. Orang Jepang sangat menghargai orang yang memegang teguh prinsipnya.

2. Pandai bergaul

Jadilah orang yang pandai bergaul dengan teman-teman di lab. Jangan pelit membagi ilmu pada teman jika kita tahu. Dengan kita banyak membagi ilmu, sensei akan memiliki pandangan yang positif tentang kita.

3. Jujur, jangan memanipulasi data

Kejujuran sangat dijunjung tinggi. Jangan sekali-kali mencoba memanipulasi data.

 

Pesan tambahan:

  • Harus berani bargaining dengan sensei ketika dirasa perlu. Misalnya ketika sensei meminta saya memperpanjang masa belajar (banyak terjadi pada mahasiswa S3), sedangkan suami dan anak-anak saya tidak bisa menemani di Jepang lagi jika masa belajar S3 lebih dari 3 tahun, saya mencoba bargaining dengan sensei.  Begitu sensei meminta saya mengumpulkan draft disertasi dalam 2 pekan, saya iyakan walaupun saat itu saya bahkan belum tahu bagaimana harus membuat modelnya. Saya berusaha sekuat tenaga, hingga sempat tiga hari tiga malam tidak pulang ke rumah, demi selesai S3 tahun itu. Tentu saja ini karena bagi saya keluarga adalah segalanya.
  • Berkumpullah dengan teman-teman, misalnya dengan pengajian, olahraga, dll. Jangan memendam masalah sendirian tanpa solusi. Harus tetap waras.
Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s