Posted in Cat Warna, Hujan-Panas, Rupa-rupa

Tiga Lembar Selimut

Senin, 21 Maret 2016 menjadi salah satu hari paling membahagiakan untuk saya. Mission accomplished! Proyek selembar selimut yang sudah dimulai sejak penghujung musim panas tahun lalu akhirnya selesai juga. Lama banget ya? Iya, tolong maklumlilah anak tahun ke-4 ini yang (sok) sibuk hehe.

Nah, untuk pembuatan selimut ini sebenarnya sangat sederhana. Jenis kain yang saya gunakan:

  • Kain katun motif (2 macam): motif kumbang dan motif anak-anak
  • Kain katun polos warna hijau
  • Kain untuk selimut musim dingin (digunakan sebagai inner)

Cara membuatnya juga cukup sederhana,

  1. Sebelum mulai membuat, dibantu kak Sohana, saya membuat desainnya terlebih dahulu. Termasuk ukuran dan pattern. Karena kain kumbang-kumbang memang sudah tersedia di rumah sejak lama, ukuran selimut kami sesuaikan dengan ketersediaan kain. Sisa kebutuhan kain kami beli setelah desain jadi.

    IMG_7867
    Desain awal, ukuran luar 110cm x 90cm dengan harapan bisa dipakai hingga bayi usia 1 tahun.
  2. Kain dipotong-potong sesuai ukuran pada desain. Cttn: Berhubung material utama adalah kain katun, kain dicuci terlebih dahulu sebelum dijahit. Menghindari jahitan yang tidak rapih karena kain katun umumnya akan mengkerut setelah dicuci.
  3. Kain katun disambungkan satu sama lain sesuai desain. Caranya, kedua kain ditumpuk dengan sisi luar masing-masing kain dibuat berhadapan ke bagian dalam. Kain pinggir kain kemudian dijahit lurus sesuai kebutuhan.
  4. Setelah outer selimut (bagian luar yang bermotif) siap, outer kemudian ditumpuk dengan kain inner. Cara menumpuknya sama, sisi luar selimut dihadapkan ke dalam karena nanti akan dibalik setelah selesai dijahit.
  5. Setelah pinggir kain selesai dijahit, gunting empat pojok kain membentuk segitiga. Ini berfungsi agar ketika selimut dibalik, ujung-ujungnya dapat membentuk ujung yang cantik, dan rapi.IMG_7697
  6. Oh ya, keempat sisi selimut dijahit dan biarkan sedikit space di salah satu sisi. Space kosong yang belum dijahit ini akan menjadi tempat kita membalikkan selimut, sehingga bagian luar selimut bisa terlihat (seperti membalik sisi dalam kaus begitu).
  7. Setelah selimut berhsil dibalik dan dirapikan, space yang sebelumnya belum dijahit bisa mulai ditutup.
  8. Agar lebih rapi, bagian pinggir selimut bisa dijahit ulang dengan jarak antara pinggir selimut dan jahitan menyesuaikan jahitan pada space yang terbuka tadi.
IMG_7704
Taraaa selimutnya sudah jadi! Bisa dibuat dalam 1-2 hari jika proses pengeringan setelah cuci mencuci cepat.

 

Proses pembuatan selimut ini sekitar 90 persennya saya kerjakan di studio MyBotang milik kak Sohana, saudari seiman dari Malaysia. Sebenarnya sudah sejak lama saya berangan-angan ingin belajar menjahit kepada beliau. Jahit apaa gitu. Apalagi beliau sudah terkenal di kalangan ibu-ibu tentang kepiawaiannya menjahit tas, dompet, apron, dengan pola dan desain yang sangat menarik. Qadarullah baru kesampaian mulai bulan September tahun lalu.

Dari jahit menjahit ini, saya mendapatkan tiga selimut. Dua selimut sudah jatuh ke tangan para bayi, dan satu selimut buat kenangan diri sendiri.

Semoga setelah presentasi riset akhir saya bisa belajar jahit lagi! :”

 

 

central lib. percayalah, karena bosenan itu bukan akhlak yang baik.

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s