Posted in Cat Warna, Rupa-rupa

Berdamai dengan Diri

Selagi muda, tak ada salah menjadi seseorang berambisi tinggi. Selagi muda, tak masalah jika ingin segalanya sempurna demi kebaikan diri.

Tapi percayalah, ada saat-saat di mana kita perlu berdamai dengan diri, dengan ambisi, atau rasa bersalah.

Bukankah kita tidak sempurna? Ada kalanya kita berbuat salah. Ada kalanya kita kalah. Ada kalanya ambisi tidak bisa terpenuhi.

Bisa saja Allah menempatkan kita di tempat berkumpulnya orang-orang malas, di tempat orang-orang bangga menumpuk dosa, di tempat yang bahkan manusia tak kenal tuhannya.. Teramat mungkin juga sebaliknya. Toh Dia Mahakuasa kan? Kita tak bisa pilih-pilih seenaknya.

Hai ambisi, demi kesehatan jiwa-raga, demi anak-anak dan keluarga, maukah kau berdamai denganku?

-Pesan dari seorang senior, peneliti, mahasiswa S3, sekaligus ibu dengan dua anak.

 

Worth to be noted, walaupun saya bukan orang yang ambisius dan nampaknya saya nggak boleh terlalu banyak berdamai dengan diri sendiri. Ujungnya malah cari-cari alasan, haha.

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

2 thoughts on “Berdamai dengan Diri

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s