Posted in Hujan-Panas, Telaga

Terlanjur Dimakan..

S untuk “Saya” dan K untuk si “K”

S: Kak, gimana? Terlanjur dimakan.. Ternyata dicampur

K: Aku juga nggak ngira kalau bakal dicampur hati (dari sembelihan) yang nggak halal. Aku kirain ibunya udah tahu kita nggak makan daging selain yang di luar toko halal.. Soalnya waktu itu udah pernah pas ibunya beli ayam (masakan jadi) di luar aku bilang nggak, makasih bu. Jadi ibunya tahu aku nggak makan

S: Hmm.. Makanya tadi pas aku liat ada hati (ayam) di situ aku agak curiga. Makanya nggak nambah ambil ayamnya tadi aku. Ternyata beneran

K: Oh iya, di toko halal jarang ada hati ya soalnya

S: Iya

K: Iya, ini kan kayak di rumah Tante waktu itu. Aku pas itu kalo tahu itu bukan dari daging halal biasanya aku sisihin gitu. Dan gimana cara buangnya biar nggak nyinggung. Tapi pas tantenya tahu aku makannya daging halal, selalu ada stok daging halal. Tapi ini gimana ya.. Ya udah bismillah aja

S: Iya sih.. tapi menurutku lebih nggak bikin sakit hati kalau kita ngomong dari awal langsung nggak sih? Daripada ketahuan nyisihin gitu.. Tapi kenapa ya orang-orang nggak beli daging halal? Ribet? Apa mahal?

K: Bisa juga mahal sih..

.

.

.

.

K: Tapi ya waktu itu aku jg agak kaget pas guru bahasa Jepangku itu ternyata masih makan daging ayam sapi gitu di sini. Katanya, ini ayo makan di Sukiya, dagingnya halal ini. Eh padahal kan orangnya ya..yang kayak agamanya kuat gitu kukira, alim-alim gitu. Pas aku bilang nggak makan daging itu karena mungkin disembelihnya nggak sesuai, eh orangnya kayak yang baru ngeh gitu loh..

S: Kayak baru sadar kalo gitu nggak boleh ya?

K: Ya kayak nggak kepikiran gitu

S: Gara-gara di Indonesia gampang nyari (makanan halal) ya

K: Ya mungkin gara-gara itu. Ibu-ibu itu mungkin juga kan pengetahuan agamanya kurang kuat

S: Oh ya bisa juga sih, pas jaman mereka tumbuh kan pas masih belum belajar agama kayak sekarang. Pake jilbab aja masih susah

K: Iya, mamaku aja baru pake sekarang-sekarang ini

.
.

.

.

.

S: Btw, kayaknya ya makanan nggak halal itu tuh bisa..

K: Ngubah kepribadian seseorang gitu ya?

S: Hmm, gimana ya. Aku ngerasa aja pas aku ada di masa-masa aku agak kurang care sama apa yang aku makan. Misalnya, kalo kan kita makan ada gelatinnya dihindarin ya? Aku pernah aja ada di masa ya udah itu aku makan aja. Dan itu efeknya buruk kataku.. Setelahnya aku jadi ngerasa makin gak peduli sama (aturan agama) yang lain

.

.

.

Di balik randomnya saya malam ini yang tiba-tiba nyebar survei tentang “Pentingnya makanan halal” di grup teman-teman SMA.

Kalo kamu gimana? Apa mengalami hal yang sama juga dengan kami? 🙂

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

2 thoughts on “Terlanjur Dimakan..

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s