Posted in Telaga

Muslim Tidak Percaya Pada Sains

sn_ts_031111_diagramTsunami dan gempa itu terjadi karena Allah marah. Allah mendatangkan tsunami sebagai hukuman bagi sebagian orang-orang yang berpaling, sekaligus peringatan bagi mereka yang diberi kesempatan untuk hidup. Begitulah yang dikatakan orang-orang Aceh pasca bencana tsunami yang meluluhlantakkan bumi Serambi Makkah pada tahun 2006 lalu kepada para ilmuwan Jepang yang datang berkunjung ke sana.

Para ilmuwan tersebut selain meneliti, mereka juga memberikan penjelasan ilmiah tentang bagaimana tsunami bisa terjadi. Tetapi, mendengar orang-orang Aceh berkata demikian mereka  menjadi sangsi. Bukankah tsunami itu karena lempeng yang bergeser? Karena ini yang begini dan itu yang begitu? Kok malah karena Tuhan yang marah? Demikian, dan mereka menganggap orang Islam tidak bisa menerima sains, tidak ilmu pengetahuan.

Bagaimana menurutmu?

~~

Intro dan pertanyaan di atas disampaikan Saito-san kepada saya kemarin sore pasca diskusi kemuslimahan di masjid. Jujur, sebagai orang yang menganut agama Islam sejak kecil, terbiasa menemui konsep Tuhan Yang Maha Kuasa di lingkungan, pertanyaan ini menjadi sulit bagi saya. Jangankan menjawab pertanyaannya, mendengar cara berpikir yang seperti itu saja saya kaget.

Rupanya, Saito-san menanyakan hal tersebut bukan serta merta sekedar cerita yang lewat saja. Beliau mengungkapkan, cara berpikir orang-orang Jepang yang tidak percaya Tuhan itu menyulitkan papernya untuk diterima.

Sepemahaman saya, Saito-san sebagai orang yang percaya tuhan berusaha menunjukkan bahwa meskipun muslim mempercayai tuhan, muslim juga bisa menerima sains yang menjelaskan fenomena-fenomena alam. Sayangnya, para ilmuwan yang lain tetap kekeuh dengan pendapat mereka. Lalu bagaimana?

~~

Sebagai muslim kami percaya bahwa segala sesuatu itu telah diatur dan diciptakan Allah. Bahwa tsunami itu adalah bentuk ujian dan peringatan dari-Nya. Meskipun demikian, kami tetap bisa menerima sains. Kami tetap menerima bahwa mekanisme hingga tsunami bisa terjadi itu demikian dan demikian.

Bagi kami, Allah-lah pengatur segala sesuatu. Kita tahu bahwa air mendidih di suhu 100°C (asumsikan tekanan 1 atm), para ilmuwan mengatakan mekanismenya bagini. Tapi siapakah yang menentukan angka 100, siapa yang membuat aturan-aturan air dapat mendidih dalam kondisi begini dan begitu? Yang menetapkan ukuran sekian dan sekian? Dialah Allah. Jika Allah berkehendak, tentu dulu Allah sudah mengatur agar air mendidih pada suhu 60°C (pada tekanan 1 atm) misalkan. Dan aturan-aturan yang Allah buat itu, pada dasarnya untuk memudahkan manusia, agar dipelajari oleh manusia, hingga manfaatnya kembali lagi ke manusia.

Demikianlah penjelasan Marwah-san ketika menjawab pertanyaan dari Saito-san.

Hmm..benar juga ya. Seperti tata surya kita ini saja. Rotasi, revolusi planet maupun satelitnya, bisa dijelaskan secara ilmiah. Jadi ini gini loh, karena gravitasi ini loh, dst. Tapi sekali lagi, siapa yang mengaturnya? Yang menciptakannya ada dari tiada?

 

 

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

2 thoughts on “Muslim Tidak Percaya Pada Sains

    1. Alhamdulillah jauh dari kota saya kak 🙂
      Tp tetap khawatir sih, soalnya ada prediksi juga gempa besar yg bakal melanda daerah kota saya. Mohon doanya

      Liked by 1 person

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s