Posted in Nippon

(R)Liona,…

Saya merasa beruntung sekali dengan pilihan datang ke masjid hari ini. Alhamdulillah, saya dapat teman baru! Eh, bukan sekedar teman saja malah, ini saudara seiman 🙂

Di benkyoukai (study group) hari ini, saya berkenalan dengan (R)Liona, yang namanya sengaja saya tulis begitu karena keambiguan apakah saya harus memanggilnya Riona atau Liona. Wajahnya khas wajah bule, bahkan saat dia bilang dia dari New Zealand, saya benar-benar mengira dia dari New Zealand. Eh ternyata dia gadis Jepang asli euy. Hanya saja, tahun lalu dia pergi ke New Zealand untuk program student exchange. Di sanalah (R)Liona bertemu dengan seorang perempuan asal Arab Saudi yang menjadi perantaranya mendapatkan hidayah hingga memeluk Islam tepatnya di bulan September 2015. MasyaAllah..

Selain (R)Liona, saya juga bertemu dengan kakak beradik asal Turki, Sauda dan Merweh (kalau saya tidak salah ingat ya) yang masih berusia 16 dan 18 tahun. Sejak kedatangan mereka ke benkyoukai, saya menyadari keduanya tidak begitu paham dengan bahasa Inggris. Dari bincang-bincang selepas makan malam sembari mencuci piring bersama tadi, saya mengetahui kalau keduanya tidak melanjutkan SMA. Alih-alih mereka malah harus bekerja. Mengapa? Saya juga tidak tahu, dan akan sangat tidak sopan kalau saya menanyakan alasannya di pertemuan pertama kami. Akhirnya, saya hanya mampu bertanya,

“Ndak apa-apa memangnya kalau tidak sekolah SMA?”

“Um.. Jitsu wa daijyoubu janai kedo…(sebenarnya, kenapa-kenapa, tapi..)” Sampai di sini mereka tidak meneruskan lagi. Hmm..semoga pekan depan kami bisa bertemu lagi and hopefully they’re doing good :”)

Tak hanya sisters baru yang saya temui hari ini. Saya (akhirnya) bertemu kembali dengan Ameni (?) dari Mesir, Umetsu Ayako san yang sedang mempelajari Islam, Saito(?)-san yang sering mengadakan penelitian di Aceh, Mavludakhon (punten, saya lupa nama panggilannya heu)-san dengan putrinya yang hampir berusia dua tahun, plus sisters lain dari berbagai negara dengan corak warna kulit berbeda-beda.

Pertemuan hari ini mengingatkan saya akan waktu 3,5 tahun yang sudah saya jalani di Nagoya. Betapa banyak hal yang sebenarnya saya pelajari dari kota ini dan interaksi di dalamnya terutama di masjid Nagoya. Di sini saya bertemu dan berkenalan dengan banyak orang, mengenal berbagai ras asal mereka yang sepaket dengan budayanya, termotivasi dengan nilai-nilai baik mereka, tersentuh oleh kebaikan hati serta perhatian mereka, dan di saat yang sama tentu saja saya harus belajar menerima, memperlakukan mereka yang berbeda ini dengan hati luas. Sesuatu yang saya akui masih minus sekali dalam diri saya.

Duh, kalau sudah begini jadi saya jadi baper. Tinggal kurang dari lima bulan lagi dan saya belum bermanfaat apa-apa untuk mereka. Berbanding terbalik dengan yang saya telah dapat.

 

~~

Tolong maklum dengan banyaknya tanda tanya ya, saya ini sering kesusahan mengingat nama ><

Dan..mohon doanya ya, semoga saudari-saudari saya dan saya yang telah diberi hidayah ini biar nggak berpaling ke mana-mana. Terakhir, untuk mereka juga calon-calon saudari seiman kita, semoga bisa segera bergabung di jalan-Nya 🙂

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

2 thoughts on “(R)Liona,…

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s