Posted in Hujan-Panas, Tuna Wisma

Medhok? Jangan Minder!

D: Mbak orang Bandung ya?

N: Loh, bukannya Nisa dari Jabodetabek?

M: Oalaah..wong Malang toh?! Gak onok logate blas!

 

Sepertinya saya sudah tidak bisa lagi menghitung berapa banyak komentar yang mengatakan ketidakpercayaan orang-orang bahwa saya ini orang Jawa. Sebenarnya, tidak masalah sih saya dibilang orang mana saja, karena toh saya bukan penganut fanatisme suku tertentu. Cuman ya..rasanya ada yang kurang saja 😀

Sejak saya di Jepang, banyak teman dan kenalan yang mengira saya berasal dari daerah Jawa Barat dan sekitarnya. Ya, dibandingkan teman saya, sebut saja I yang logat Jawanya kentara sekali (walaupun dia tidak bisa bicara bahasa Jawa), logat saya bersih, tidak ada apa-apanya ^^a

Nun jauh bertahun-tahun sebelum itu, ada juga beberapa teman saya semasa SMP yang sering mengolok-olok saya. Katanya sih, saya ini ngomong bahasa Jawa tapi nggak medhok. Malahan, suatu hari ada seorang adik kelas yang nanya,

“Mbak Anis asline wong Jakarta yo? (mbak Anis aslinya orang Jakarta ya?)”

Ulalaa, saya orang Jawa aseli dek, bahkan saya tidak aktif berbahasa Indonesia hingga SMA!

Ya, masa-masa awal SMA itu adalah salah satu masa terberat dalam hidup saya. Saya harus pakai bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, Mak! Bayangkan saja, keluarga saya hampir semuanya berkomunikasi aktif dalam bahasa Jawa. Di sekolah, saya pun lebih sering menggunakan bahasa Jawa. Kelas memang dalam bahasa Indonesia sih, tapi saya adalah salah satu murid yang paling malas berbicara. Walhasil, kalau zaman SD dulu diminta berbicara dalam bahasa Indonesia ya..agak kikuk saya.

Ngomong-ngomong, apakah kamu medhok? Berniat untuk ngilangin medhok-mu? Udah, gak perlu. Saran saya mah dipertahankan saja. Saya mengenal beberapa orang yang literally berusaha keras menghilangkan logat Jawa-nya karena minder. Padahal, menurut saya logat itu salah satu identitas yang membuat orang bernilai unik. Memang kadang annoying sih kalau sampai ditertawakan terus menerus oleh orang lain yang menganggap kita lucu. Tapi, ya udah sih, PD aja 🙂

 

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s