Posted in Hujan-Panas

Curcol Bareng Bu Murni

“Assalamu’alaikum mbak Annisa, sy sdh dua minggu lebih di nagoya, tp blm ketemu jd dg mbk nisa hehheh..”

OH IYA, BU MURNI! (Maaf, caps lock sengaja kepencet).

Pas banget aku baru kepo-kepo blog beliau, rencana awalnya sih mau cari metode mengajar bahasa Indonesia tapi malah nyasar dan tenggelam ke blog beliau yang isinya seru abis buatku.

Nama beliau Murni Ramli, seorang dosen jurusan Pendidikan Biologi di UNS, Solo. Pendidikan S1 dan S2-nya ditempuh di IPB di jurusan yang berhubungan dengan pertanian. Sempat mengajar pertanian (dan kalau tidak salah beberapa lain lagi?) selama 10 tahun di sebuah pondok pesantren sekaligus poltek dekat IPB sebelum melanjutkan kuliah S3 di Nagoya, Jepang jurusan Manajemen Pendidikan karena suatu program (aku lupa apa namanya).

Sepulang dari Jepang beliau sempat mengajar di Undip selama setahun, kemudian pindah ke UNS hingga sekarang. Beliau sih ngakunya ‘hanya jadi dosen’, tapi dari cerita-cerita beliau terungkaplah segudang kegiatan yang beliau jalani seperti: bertani di rumah, membina desa wisata, menjadi ketua grup riset, memberikan seminar tentang konsep TK Jepang, ‘jalan-jalan’ ke luar negeri untuk mempelajri sistem pendidikannya, dan entah apalagi yang aku mungkin lupa karena saking banyaknya.

Oh ya, sudah sejak lama sebenarnya aku pengen banget ketemu bu dosen yang gaul dan baik hati ini. Kenapa? Karena beliau adalah salah satu founder (dan menurutku yang utama) Sekolah Bhinneka. Aku yang merasa passionate banget sama sekolah yang satu itu pun menanti-nanti momen ini dari lama. Ingin tahu saja gimana cerita pendirian sekolah tersebut, apa aja programnya di masa lalu, dan pastinya minta saran untuk berkenaan dengan keadaan Bhinneka sekarang yang kelewat sepi.

Alhamdulillah, sejak pertama bertemu rasanya aku cocok banget jadi murid beliau. Selain ramah, beliau tipe orang yang suka bercerita dan memancing orang untuk datang mendengarkan ceritanya. Sedangkan aku suka banget diberi cerita. Obrolan kami berangkat dari cerita beliau, bagaimana beliau bisa ‘nyasar’ ke Jepang, bersambung ke kegiatan Bhinneka yang ternyata berawal dari kajian Iqra’ untuk anak-anak, konsep pendidikan TK Jepang dari Saito Kimiko, tahap perkembangan anak, sekolah-sekolah di pedalaman Indonesia, TK di Indonesia, pendidikan yang tidak linier, karir, dan lain-lain.

Nasehat dan catatan dari bu Murni:

  • Travelling itu penting mbak, tapi travelling yang sekalian belajar. Kalau cuma buat senang-senang saja ya sayang sekali.
  • Selalu sediakan waktu buat ngerjain hobi yang baik. Beliau suka dengan pertanian, makanya beliau masih menyempatkan diri untuk berkebun dan memiliki kolam ikan di rumahnya. Kalau suka dengan ekologi ya jangan dihilangkan rasa sukanya. Selalu cari cara untuk menyalurkannya.
  • Kalau kerja jangan langsung tanya gajinya berapa. Gaji besar belum tentu nilainya besar. Maksudnya, orang itu berbeda-beda. Ada yang dapat gaji 5 juta merasa belum cukup, tapi ada yang merasa itu  sudah cukup banget. Nah, yang penting adalah cari lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan.
  • Sekolah Bhinneka yang penting itu anaknya bisa kumpul-kumpul dan berinteraksi, kalau memang susah ya jangan dipaksakan (ah tapi kan sayang banget bu :().
  • Perkembangan kreatifitas dan kecerdasan anak banyak terjadi di usia 0-5 tahun. Sisanya (anak-remaja-remaja-dewasa) itu lambat sekali. Masa-masa itu adalah masa ketika anak-anak harus banyak bermain dan diberikan pengalaman yang baik (misal diajak ayah memancing, berkebun, dll). Maka dari itu guru TK berperan sangat besar terhadap perkembangan anak-anak. Mahasiswa yang mau enaknya saja dan malas-malasan mungkin salah satu hasil dari pendidikan masa kecil yang kurang baik.
  • dan banyak lagi yang sepertinya (lagi-lagi) aku lupa…

Jika ingin membaca tulisan-tulisan beliau tentang pendidikan, serba-serbi Jepang, dan lain-lain, bisa mampir ke sini: https://murniramli.wordpress.com

Tentang konsep TK di Jepang (Yochien dan Hoikuen) bisa intip di sini: ini adalah tautannya

Sementara, tentang Sekolah Bhinneka ada di sini: https://sekolahbhinneka.wordpress.com atau Grup Facebook Sekolah Bhinneka


Well, setelah ketemu bu Murni rasa-rasanya aku makin yakin buat kayak….

c92fdc9617b416f01e78f20b0ea95781
gini 😀

#Semangat!

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s