Posted in Nippon

Terima Kasih, Makanannya Enak!

Ngomong-ngomong, ini cerita lama tentang aku dan seorang teman sekontrakan yang mampir makan di salah satu warung masakan khas India. Warung bernama Gandahara ini – menurut banyak senior kami, adalah warung yang highly recommended untuk dicicipi masakannya, terutama nasi Biryaninya.

Ketika itu, sambil menikmati makanan pesanan kami (selalu, kare set ladies satu set untuk berdua) kami memperhatikan rombongan ibu-ibu Jepang yang baru saja menyelesaikan makanannya. Seusai membayar pesanan, mereka beramai-ramai keluar dari restoran. Eits, tapi sebelum itu..

“Arigatou gozaimasu. Oishikatta desu (Terima kasih. Makanannya enak)!” seru ibu-ibu itu sahut menyahut.

Tentu saja, sebagaimana pelayanan di restoran-restoran/toko-toko lain di Jepang, penjual/pelayannya pun membalas dengan,

“Arigatou gozaimashita. Mata okoshi kudasaimase.. (Terima kasih. Please come again)”

Keluargaku termasuk bagian dari orang-orang yang sering mengucapkan terima kasih kepada penjual/pelayan di warung/restoran setelah makan. Aku sendiri membiasakan diriku sejak duduk di bangku sekolah dasar untuk selalu mengucapkan terima kasih kepada penjual yang barang dagangannya kubeli. Entah itu ibu-ibu mlijo (penjual sayur mayur), Lik penjual cilok, pukis, bakso, mie ayam, tempe mendoan (nyam-nyam..), ikan cupang, makanan burung, atau bahkan pak pos yang menjual perangko. Waktu itu yang terpikir di benakku, ucapan terima kasih adalah penghargaan kita kepada si penjual yang telah mengadakan barang-barang untuk kita beli dan melayani kita dengan baik. Semakin dewasa, ucapan terima kasih ini pun memiliki tujuan lebih lagi:

ucapan terima kasih yang tulus dari kita akan menghadirkan rasa bahagia dan penghargaan untuk penjual. Sehingga mereka lebih bersemangat untuk melayani pembelinya dengan lebih baik lagi.

Dan aku percaya langkah sederhana ini jika diterapkan kepada siapa saja yang telah melayani/membantu kita (seperti supir angkot, pak satpam, tukang kebun, tukang bebersih sekolah, petugas perpustakaan, teman, dsb) akan membuat hubungan masyarakat yang baik dan bumi yang damai. Eh, saya mikirnya kejauhan tidak ya? Who knows?

arigatou02

Nah, kalau kamu apa yang kamu lakukan setelah selesai makan di suatu restoran atau rumah makan? Adakah kamu mengatakan sesuatu setelah membayar tagihannya? Apakah kamu pernah mendengar pelayan/penjual di rumah makan tempatmu makan mengatakan ‘Datang lagi ya’ atau ‘Terima kasih telah berkunjung’ kepadamu?

 

~~

Alternatively, di Jepang kita juga bisa mengucapkan “Gochisousama deshita” (Thank you for the meal) sambil menangkupkan kedua telapak tangan di depan wajah ketika selesai makan. (kalimat terakhir ini update yang baru ditambahkan, thanks to bu Dewi yang sudah mengingatkan!:))

 

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

5 thoughts on “Terima Kasih, Makanannya Enak!

  1. Ngebaca post ini, aku jadi inget ibuku. Terutama bagian ini

    Dan aku percaya langkah sederhana ini jika diterapkan kepada siapa saja yang telah melayani/membantu kita (seperti supir angkot, pak satpam, tukang kebun, tukang bebersih sekolah, petugas perpustakaan, teman, dsb) akan membuat hubungan masyarakat yang baik dan bumi yang damai. Eh, saya mikirnya kejauhan tidak ya? Who knows?

    Efek baiknya nggak cuma ke ibuku, tapi juga ke aku dan adekku. Diinget sebagai anaknya ibu ramah yang biasa nyapa.

    Akhir kata, makasih postnya~
    Sederhana dan ngena (y)

    Like

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s