Posted in Nippon

Jepang dan Orang Asing

“Did you know, there are places in Japan where foreigners are not allowed to enter?” Tanya saya pada Masaki.

“Really? I didn’t know that.”

“Yes, there are. It’s because Japan doesn’t have a law against discrimination toward foreigners.”

“Yeah, that’s true.”

20140123_1142893
sumber: https://gabgoeszen.wordpress.com/tag/discrimination/

Yep, saya juga baru mengetahui dua hari yang lalu ketika menghadiri presentasi Claudia di Studium Generale (G30 For Everyone). Ia mengatakan bahwa Jepang tidak memiliki ketetapan hukum yang melarang diskriminasi terhadap orang asing. Ia juga mengungkapkan bahwa gaijin (bahasa Jepang, orang asing) di Jepang masih dianggap sebagai beban, bukan aset positif yang mampu meningkatkan kekuatan ekonomi.

Flashback ke akhir musim semi dua tahun yang lalu.

Waktu itu Nagoya sedang mengalami badai salju yang cukup hebat. Butiran besar salju berjatuhan dari langit. Hari itu adalah hari kedua saya arubaito (kerja paruh waktu) sebagai room attendant alias tukang bebersih kamar (plus kamar mandi) di sebuah hotel ternama di Nagoya. Karena agenda hari kedua hanya latihan selama setengah hari, segera setelah menyelesaikan makan siang saya pun bersiap pulang.

Masih sambil melawan derasnya hujan salju, kira-kira 100 meter dari tempat kerja saya mendapat telepon dari tante W, ibu-ibu dari Indonesia yang membantu saya mendapat perkerjaan di hotel tersebut. Tante W berulang kali mengucapkan permintaan maaf pada saya di awal telepon. Ternyata, beliau mendapatkan informasi dari ketua divisi bersih-bersih hotel bahwa saya tidak bisa lagi bekerja di sana.

“Memangnya kenapa, Tan?”

Sepertinya menurut tante W, penyebab utama dari pemecatan saya adalah permintaan tamu yang sempat melihat saya ketika kami berpapasan di koridor hotel. Waktu itu saya sedang berlatih dengan seorang teman ditemani ketua room attendants.

Saya merasa sangat heran. Pasalnya di hari pertama saya bekerja, ibu-ibu ketua room attendants sudah mengatakan bahwa saya tetap diperbolehkan menggunakan kerudung. Beberapa waktu sebelum saya bekerja pun sudah ada seorang ibu dari Indonesia yang juga bekerja dengan mengenakan kerudung. Hanya saja, beliau mengingatkan saya agar memasukkan kerudung saya ke dalam apron seragam. Berhubung waktu itu saya belum mendapatkan seragam, saya pun tidak melakukannya.

Ketika itu, sepanjang perjalanan pulang saya juga merasa sedih, mengingat keadaan finansial saya saat itu sedang sangat buruk. Meskipun demikian, di sisi lain saya merasa bebas dan bahagia. Karena dengan begitu saya tidak perlu memendekkan kerudung saya dan mengganti rok saya dengan celana panjang 🙂

Anyway, sepengetahuan saya, salah satu penyebab diskriminasi terhadap orang asing di Jepang adalah image gaijin yang kurang baik (cth: suka melanggar peraturan, kurang sopan, seenaknya sendiri, dll) dan rasa segan orang Jepang untuk berinteraksi dengan gaijin (karena lemahnya kemampuan bahasa asing, takut salah, rasa malu yang tinggi, dll). Untuk itu jika kamu berkesempatan datang/tinggal di Jepang, jadilah gaijin yang baik, produktif, dan mudah bergaul dengan warga lokal. Dan karena masing-masing dari kita memiliki batas pergaulan yang berbeda-beda (entah karena perbedaan kultur atau aturan agama), maka cobalah untuk menjelaskan batasan tersebut agar setidaknya warga lokal paham dan bisa meghargai kita. Satu kaidah umum saja sih,

aaeaaqaaaaaaaai6aaaajdixn2i4ztuyltbhztctndgxoc05zgizltu4ngzlotm1zdi3za.

 

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

2 thoughts on “Jepang dan Orang Asing

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s