Posted in Tuna Wisma

Benang-benang Tak Kasat Mata

Semakin jauh aku melangkah dari rumah dan tempat kelahiranku, semakin aku menyadari bahwa bumi Allah itu luas sekaligus sempit. Bahwa ia tak seluas yang kukira.


Kupikir, perantauan akan membawaku menemui orang-orang yang sepenuhnya baru, tanpa pernah ada ikatan apa-apa sebelumnya. Namun ternyata dugaanku salah. Semenjak memutuskan untuk merantau 6 tahun lalu, aku memang bertemu banyak orang yang benar-benar baru, tidak ada keterkaitan apapun dengan hidupku kecuali kami sama-sama diturunkan dari Nabi Adam dan istrinya, Hawa. Tapi di saat yang sama, aku juga menemukan orang-orang yang entah bagaimana bisa membuat duniaku sempit seketika. Mereka yang mengenal saudaraku, mereka yang terhitung saudara jauhku, bahkan mereka yang pernah bertemu denganku suatu waktu meski kami mungkin tak menyadari keberadaan satu sama lain.

Ialah benang-benang tak kasatmata, yang diciptakan – dengan penuh kesadaran kukatakan – dengan sengaja oleh Yang Maha Kuasa, yang akhirnya membuatku terpana dengan kemahakuasaan Allah subhanahu wa ta’ala dalam mengatur semesta, makhlukNya, bahkan pertemuan manusia-manusiaNya.

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s