Posted in Hujan-Panas

Cita-cita

Masa kecil yang menyenangkan buat saya itu…pas punya banyak cita-cita: jadi tukang pos, nahkoda, pilot, pembaca berita, aktivis lingkungan hidup, sampai wartawan perang.
Beranjak dewasa, bertemu banyak orang, berbincang dan mengamati, saya jadi belajar bahwa cita-cita kalau hanya berhenti soal dunia itu..nggak abadi. Once you get it, then what? Kalo kamu gagal juga, lalu?
Saya memperhatikan, beberapa orang yang cita-cita dunianya berorientasi akhirat (husnudzon saya begitu :)), nampak selalu semangat. Mereka pernah ngerasain down juga, indeed. Tapi, nggak lama..seolah nge-charge semangatnya gampaaang banget. Simply karena akhirat itu abadi..

Secara tak langsung mereka memperingatkan saya.. Ah irii.. :”
*repost lagi

**harusnya di blog aja ya

***sedang Taifun di sini!

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s