Posted in Cat Warna

Persiapan Terakhir

Bismillah. Ramadhan tiba beberapa hari lagi, apakah yang bisa kita persiapkan di hari-hari ini?

1. Berilmu sebelum beramal

Ramadhan sebentar lagi tiba, sudahkah kita mengilmui hal-hal yang berkaitan dengannya? Jika belum, sisihkan hari-hari terakhir ini untuk membaca panduan Ramadhan (hal yang wajib dilakukan, sunnah, mubah, pembatal puasa, dll). Tanyakan kepada ahlinya jika Anda tidak paham. Karena ilmu adalah syarat diterimanya amalan.

Jangan sampai, ketika telah tiba di hari ke-28 kita baru mengetahui hal-hal yang membatalkan puasa atau mubah dilakukan ketika berpuasa. Jika sampai hal tersebut terjadi, lalu ke mana larinya hari-hari yang sebelumnya? Mengapa tidak mencari tahu? Ibarat pilot pesawat terbang, apakah menurut Anda sang pilot membaca buku panduan menerbangkan pesawat beberapa menit sebelum Anda terbang bersamanya, atau jauh sebelum itu?

2. Pemanasan

Ramadhan adalah bulannya beribadah, beribadah adalah perlombaan (fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan). Dan untuk menghadapi perlombaan, Anda tentu butuh latihan bukan? Bayangkan saja menurut Anda, apakah seseorang yang tidak pernah membaca Al-Qur’an (tidak ada pemanasan) bisa mengkhatamkan 30 juz Al-Qur’an selama sebulan? Tentu tidak!

Ibadah di bulan Ramadhan adalah ibadah level tinggi. Melakukan ibadah tertentu secara konsisten dalam 29-30 hari berturut-turut tidaklah mudah. Kita harus berlatih untuk bertahan, karena di bulan Ramadhan tidak hanya Allah yang memberikan ‘promo’, tapi juga toko-toko dan serta pusat perbelanjaan lainnya. Belum lagi ‘godaan’ jadwal buka bersama yang membludak. Seringkali, sebelum Ramadhan kita malah sibuk membuat jadwal buka bersama dibanding jadwal beribadah. Tentu saja bukber tidak dilarang, hanya saja, jangan sampai hal tersebut membuat kita melupakan prioritas kita. Maka, mari latihlah diri dengan ibadah di hari-hari ini.

3. Perbanyak istghfar dan taubat

Bukannya di bulan Ramadhan kita mau beribadah, mau bertemu Allah, mengapa disuruh istighfar? Lihatlah ayat berikut ini
كَلا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan*itu telah menutupi hati mereka** (Al-muthaffifin:14)
*berupa kemaksiatan
**kemaksiatan menutup hati dari melihat hakikat kebenaran dan membolak-balikkannya, sehingga ia melihat kebatilan sebagai kebenaran dan sebaliknya.

Sesungguhnya, ibadah-ibadah kita yang keteteran, rasa keberatan, malas, hal itu dikarenakan dosa-dosa yang kita lakukan. Dosa-dosa yang menutup hati dari cahaya hidayah dan taufik-Nya. Sesungguhnya, maksiat akan mengundang ‘teman-teman’nya untuk datang. Begitu pula dengan amal ibadah, ia akan mengundang ‘teman-teman’nya juga untuk datang. Maka, perbanyaklah istighfar, undanglah amal-amal baik kepada Anda, semoga Allah memberikan taufik dan kemudahan untuk beribadah.

4. Jangan bergantung pada kemampuan diri untuk menghadapi Ramadhan, bergantunglah kepada Allah!

Ibadah adalah taufik, bukan permainan otak dan otot. Mereka yang hanya yakin dengan kekuatan dan ilmunya tanpa meminta pada Allah akan gagal.
Apakah Anda sungguh yakin usia Anda akan menemui 1 Ramadhan tahun ini? Jangan, jangan pernah merasa yakin akan menemuinya beberapa hari lagi tanpa meminta pada Allah agar dipertemukan dengan Ramadhan.

Dan.. jangan hanya meminta untuk dipertemukan, mintalah kekuatan agar Anda dapat bertahan dalam ketaatan di dalamnya. Betapa, ada banyak orang di muka bumi yang dipertemukan dengan Ramadhan, namun mereka dipertemukan dalam keadaan sakit, lemah, atau malah bermaksiat. Betapa banyak orang yang kuat berlari berkilo-kilometer, namun tak sanggup menggerakkan kakinya untuk sholat berjamaah di masjid.

5. Buatlah jadwal dan target serta korbankan sedikit waktu Anda untuk dunia

Buatlah target, yang mencegah Anda dari berbuat seenaknya. Tanpa target, Anda akan cenderung meremehkan. Buatlah misal: target tilawah per hari dan target sedekah sepekan.

Satu lagi, korbankanlah sedikit waktu yang biasanya Anda gunakan untuk mengejar dunia selama Ramadhan. Tidak perlu banyak, lakukan semampu Anda. Sungguh, kini begitu banyak orang yang salah kaprah dalam mengartikan berkah Ramadhan. “Berkah Ramadhan” bagi mereka adalah tawaran pekerjaan yang banyak, dagangan yang laris, dan lain-lain meskipun hal itu melalaikan mereka dari tilawah, tarawih, sholat yang khusyu’, dan ibadah lainnya.

Tidakkah Anda tahu, bahwa para ulama di zaman dahulu menutup toko-toko mereka selama 2 bulan (Sya’ban dan Ramadhan) demi mengejar berkah Ramadhan? Tidakkah Anda tahu ada orang-orang di luar sana yang rela rugi uang selama Ramadhan demi keuntungan akhirat? Tentu janganlah Anda mencela mereka malas-malasan, berpangku tangan, karena sesungguhnya, mereka telah berikhtiar selama sebelas bulan sebelumnya agar memiliki bekal yang cukup. Toh, ini ‘hanyalah’ satu bulan dibandingkan sebelas bulan.

Disalin dari catatan pribadi kajian Ensiklopedi Adab Muslim bersama ust. ust Muhammad Nuzul Dzikri, Lc. (didengarkan via radiorodja.com, Sabtu, 13 Juni 2015)

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s