Posted in Cat Warna

Ramadhan is Coming!

kalender puasa

Es dawet, kolak pisang, lalapan lele, sayur bayam, dan secobek (?) sambal bajak terhidang di meja makan. Tinggal menunggu adzan dan puasa ramadhan hari ke sekian pun berakhir. Tak terasa sudah Ramadhanku yang ketiga saja di Nagoya. Sayangnya, hidangan berbuka seperti bayanganku hanya tinggal bayangan saja. Ya siapa gitu yang mau masakin sebanyak itu hehe. Tak pe, tak pe, toh inti Ramadhan bukan di kemeriahan hidangan berbukanya kan?

Ramadhan kali ini pengen banget punya target seperti ketika di IC dulu. Nggak muluk-muluk,

  • Puasa lancar walaupun summer, setidaknya tidak terlewat sahur (semangat tidur awalan!).
  • Melancarkan hafalan lama (sedih banget, udah sedikit belum lancar-lancar pula :()
  • Bisa tarawih berjamaah terus, walaupun cuma berdua dengan kak Icha (so sweet banget kan?). Siapa tahu Neurin atau kak Alfi bisa diajak juga hehe. Pengen banget bisa tarawih di masjid terus, sayanganya masjidnya terlalu jauh..
  • Udah lama banget nggak tahu kabar bulik, om, sepupu-sepupu, jadi…kali ini targetnya: Menghubungi minimal 3 kerabat dalam sepekan.
  • Ngajarin Razzaq atau anak-anak lain minimal 2 kali gitu Nis.. Gak kangen apa kamu?
  • Apa lagi ya… Pengen banget kirim parcel buat orang tua seperti 2 tahun lalu. Sayangnya, sepertinya tahun ini harus ditunda :”
  • Dan lain-lain…yang sepertinya harus saya tulis besar-besar di lemari 😀

Btw, btw.. ada beberapa tips yang bisa diaplikasikan untuk mengejar target selama Ramadhan. Di sini saya tuliskan beberapa target dan tips untuk mencapainya. Sumber aslinya dari sini muslimmatters.org tapi saya hanya menuliskan beberapa saja ya dengan tambahan di beberapa bagiannya.

  1. Khatam Al-Qur’an

Beberapa metode yang bisa dipakai:

  • One Day One Juz: baca sehari minimal 1 juz. 1 juz terdiri dari 20 halaman, bisa dibagi menjadi 5 bagian (4 halaman) berdasarkan waktu shalat, atau sambil dicicil ketika waktu menunggu, misalnya menunggu antrian, macet, lampu merah, jeda antar kelas, dsb.
  • I’tikaf Method: Jika berencana untuk i’tikaf di masjid, waktu-waktu ketika itikaf tersebutlah bisa digunakan untuk membaca dan mentadaburi Al-Qur’an.
  • Energy Level Method: Biasanya ketika musim panas, energi kita masih utuh-utuhnya setelah sahur dan berangsur-angsur menurun di akhir hari bahkan setelah berbuka. Karena mungkin waktu setelah berbuka ataupun sholat isya akan dihabiskan untuk tarawih, sehingga sisa waktunya sedikit, ada baiknya memanfaatkan energi yang masih penuh di awal hari untuk membaca Al-Qur’an. Lumayan banget daripada tidur lagi 🙂

Jika memang mengkhatamkan Al-Qur’an terlalu susah, setidaknya buatlah batas minimum yang harus dibaca per harinya.

  1. Tarawih

Ada kalanya kita merasa lelah sekali setelah seharian beraktivitas. Sangat mungkin juga, setelah berbuka malah mengalami ‘food coma’. Nah, untuk itu, coba jaga pola makan ketika berbuka agar tidak terlalu kenyang dan minumlah kopi atau chai yang bisa membuat mata tetap terjaga. Ketika melakukan tarawih juga, buatlah batas minimal untuk jeda/beristirahat. Misalnya, dengan menetapkan batas minimum 4 rakaat.

  1. Family Time

Penting sekali terutama bagi perantau. Sisihkan waktu sebentar, misalnya 10 atau 15 menit untuk menelpon keluarga (tidak terbatas pada ayah-ibu loh ya, termasuk mungkin kakek, nenek, om, atau tante) atau minimal mengirimkan pesan, menanyakan kabar, apapun yang bisa merekatkan tali silaturahmi. Kalau untuk teman saja bisa berjam-jam, mengapa untuk keluarga tidak?

  1. Sedekah

Selain zakat fitrah yang wajib dibayarkan, ada banyak hal yang bisa dilakukan baik terang-terangan ataupun sembunyi-sembunyi. Untuk bersedekah, sebelumnya kita bisa belajar dari menabung terlebih dahulu. Kurangi pengeluaran yang tidak terlalu perlu dan mulai masukkan ke dalam anggaran sedekah. Sedekah bisa berupa uang, misalnya dengan menyalurkan kepada lembaga amal yang menangani bencana atau lain sebagainya. Bisa juga berupa buku-buku, misal dengan membeli buku bekas berkualitas dan menyalurkannya pada TPA atau komunitas peduli pendidikan. Ide lain yang patut dicoba adalah mentraktir berbuka untuk teman yang berpuasa, sebenarnya nggak sedikit kan teman yang uang jajannya lebih mepet dari kita?

  1. Berhenti berdebat

Selalu saja ada hal yang bisa diperdebatkan. Tapi cobalah untuk kali ini diam dan berhenti berdebat. Jika ada yang mulai mengajak berdebat, ya cukup diam dan tinggalkan saja.

Di antara metode yang paling mudah sekaligus paling susah untuk mencapai semua target ibadah adalah meluruskan niat. Amalan akan kekal jika disertain niat yang ikhlas.

“Tidak ada sesuatu yang paling berat untuk saya obati, kecuali masalah niatku, sebab ia senantiasa berbolak-balik dalam diriku“- Sufyan Ats Tsauri

Semoga, semoga saya, kamu, kita, dipertemukan Ramadhan tahun ini. Semoga diberkahi, dijadikan insan yang lebih baik.

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s