Posted in Hujan-Panas, Tuna Wisma

Katakanlah Saya Baper

Saya pertama kali tahu istilah “baper” itu dari status adek kelas. Sementara teman-temannya mengomentari dengan nada sendu (?) saya malah nyeletuk tanya artinya apa. Katanya, ” ‘Baper’ itu bawa perasaan, kak.” Oh?

Saya nggak tahu bagaimana adek kelas saya dan teman-temannya menggunakan baper dalam kalimat. Tapi kalau saya boleh menggunakannya dalam versi sendiri, saya akan bilang saya ini tukang baper. Saya mengartikannya sebagai: Orang yang terlalu melibatkan emosi dalam kegiatan yang dilakukannya dan dalam berinteraksi dengan orang lain. Padahal, tidak jarang orang-orang yang saya rasa punya ikatan emosi dengan mereka nggak merasa apa-apa. Masih ingat saya saja syukur (?)

Katakanlah saya baper. Ketika saya dengan sadar menangisi Zahra dan adik-adiknya yang pulang ke Indonesia di dalam bis kota. Padahal, anak-anak itu mungkin – kalau tidak diingatkan mamanya – tidak akan mendengarkan pesan saya.

Yah, katakanlah saya baper, ketika satu, dua, sekian orang mulai mundur teratur, dan saya merasa kehilangan padahal kami tidak pernah bertemu. Hanya kalimat demi kalimat lewat dunia maya. Hanya semangat demi semangat, dan doa jika ingat.

Katakanlah saya tak tahu malu. Ketika dengan terang-terangan memintanya tetap tinggal. Meminta yang lain kembali, dengan alasan di sini sepi. Padahal, saya hanya takut suatu saat saya akan lupa kepadanya atau dia yang melupakan saya. Takut, ketika melihat namanya di buku kontak saya, saya bertanya-tanya siapa dia. Takut tidak memiliki alasan untuk menyapanya – lagi lagi – di dunia maya.

Sayangnya, salam perpisahan pada akhirnya tetap diungkapkan. Semoga terkabul doamu, mbak.

Semoga kita bertemu di Jannah-Nya

Nagoya, 19 Mei 2015.

Kadang-kadang saya pengen menghilangkan juga si baper-baper itu. Tapi, apa iya saya lebih tidak apa-apa setelahnya?

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

One thought on “Katakanlah Saya Baper

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s