Posted in Hujan-Panas

Aku Nggak Punya Hobi Lagi

“Pengen baca novel Indonesia. Tahu yang lagi rame nggak?” Tanyanya kemarin siang di kereta.

“Nggak kak.”

“Sekarang aku jadi ngerasa nggak punya hobi. Dulu tiap ditanya orang hobiku apa aku selalu bisa jawab baca buku. Tapi kemarin, pas host fam-ku nanya hobiku apa, aku cuma bisa jawab sekarang nggak punya hobi tertentu. Pengen baca buku tapi bukunya, tau kan gimana? Kalaupun ada yang bahasa Inggris tetep ngerasa kurang puas. Sekarang baca buku cuma kerasa sekedar kewajiban. Terpaksa biar tetep baca aja.. ”

“Hihi, termasuk buku pelajaran?” Potongku.

“Haha bahkan aku nggak baca buku pelajaran. Sekarang semuanya ada di hape. Ada internet. Jadinya ya.. Ngerti kan? Ujung-ujungnya ke situ juga.”

Hmm.. iya juga ya.. tapi..

“Dulu aku juga suka banget baca buku, kak. Tapi sekarang udah nggak segitu lagi sih. Cuman, kalo ditanya hobiku apa aku masih bisa jawab, hobiku memancing walaupun itu dilakukan setahun sekali. Hobiku nonton film anak-anak, bikin sesuatu…. Yah masih ada banyak sih walaupun kalau mau ngembangin juga susah. Di sini kan nggak ada sarananya. Kalo di rumah kan, ya gampang gitu karena udah paham banget mau gimananya. Mungkin karena di sini kurang paham aja kali ya hehe…”

♥♥♥

Sejujurnya ya kak, aku juga kangen punya hobi baca buku loh. Kangen rasanya selalu penasaran dengan buku-buku dan majalah yang seru. Kangen dengan impian waktu kecil dulu: Seandainya punya buku cerita yang nggak akan habis dibaca-baca, hehe. Sepertinya hidup dengan keadaan kurang lebih menggairahkanku buat semangat baca buku. Tidak masalah juga meski harus membaca lembaran-lembaran majalah lusuh yang sama berkali-kali, toh masih ada yang kadang isinya aku belum mengerti. Tidak masalah juga harus menyisihkan separuh uang jajan untuk pinjam buku di perpustakaan sekolah.

Huah, semangat, Nis! Guru dan ibu yang hebat bacaannya nggak cuma buku wajib macam genetics atau cell biology, tapi yang wawasannya luas juga.

Semoga suatu saat nanti kita ketemu caranya suka baca buku (beneran) lagi ya, kak!

♥♥♥

Hening. Percakapan kami pun terhenti. Ia sibuk dengan aplikasi entah apa di ponsel pintarnya, sementara aku asyik menyelesaikan sudoku yang jadi kegemaranku sejak beberapa waktu lalu.

“Kayaknya kamu suka ini deh nis.” Katanya sambil menunjuk sesuatu di layarnya.

“Ini paper flower gitu namanya, haha..”

“Waah, kayanya menarik kak!”

paper_flower
Salah satu contoh paper flower

Tuh kan, padahal saya baru aja berbinar-binar dengan motif hand stitch beberapa waktu lalu. Kadang, punya minat yang terlalu banyak pada banyak hal itu membingungkan juga ya? Nggak fokus 🙂

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s