Posted in Hujan-Panas

Mori no Uchi ni Tomarimasu: Adik Baru

Sepulang baito kemarin saya menyempatkan diri ke rumah Namori. Kangen. Sudah empat hari saya tidak menyisir dan mengepang rambutnya, tidak mengantarnya sekolah, tidak jahil membangunkannya di pagi hari, dan tidak berdebat soal kenapa Namori harus sekolah SD sementara Billy asyik bermain di TK, yang berarti tidak juga merayu atau memarahinya saat baca Iqro’.

Rindu juga dengan Billy, yang mengajari saya menyanyi lagu anak-anak Jepang dengan bahasa isyarat, yang suka menjahili saya dengan ‘kasih geli’ (bahasa lain dari menggelitiki), atau yang pura-pura tidak bisa membaca huruf hijaiyah padahal dia sudah hafal sekali walaupun hanya diberi tahu satu kali.

Hari itu saya sempat bermain-main dan ngobrol dengan Namori, disusul Billy yang datang tak lama kemudian dari sekolah. Billy memamerkan lagu baru tentang empat musim yang diajarkan oleh gurunya. Tak lupa juga, dia menjahili saya dengan mengusap-usapkan kepalanya yang basah keringat ke gamis dan kerudung saya. Agak menjijikkan sih, tapi saya gembira. 😀

Sudah berapa lama saya tidak bercanda dengan adik-adik saya? Jarak usia kami tidak jauh, hanya dua tahun dengan adik pertama dan empat tahun dengan adik yang terakhir. Sekarang, mereka sudah jadi anak ABG yang tidak mau lagi main-main seperti saya main dengan Billy, Namori. Ketika kami ngobrol bareng pun selalu ada pihak ketiga, keempat yang jadi tukang interupsi sewaktu-waktu. Apa lagi jika bukan gadget, hand phone.

Maka dari itu, main dengan adik baru rasanya menyenangkan sekali. Tertawa-tawa bersama, padahal biasanya hanya sendiri. Menyenangkan sampai..

“Kakak Nisa, kenapa sih ini iPad-nya lama sekali!”

“iPad saya juga lambat, saya tidak suka yang lambat begini!”

“Kita nonton TV aja yuk, Billy, Namori, tuh ada acara anak-anak loh. Sambil belajar bahasa Jepang.”

“Tidak mau! Saya mau nonton (video tentang) lift saja!”

“Tidak mau! Saya bosan kak dengan acara Jepang kak (padahal menonton saja tidak..). Saya mau nonton Princess Sofia saja!”

sampai mereka sibuk dengan iPad masing-masing…

 

*bagian yang menyedihkan adalah ketika kamu tahu mereka amat mencintai iPad-iPad itu karena tidak ada kawan yang menemani mereka bermain sementara menunggu ibu pulang malam.

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

2 thoughts on “Mori no Uchi ni Tomarimasu: Adik Baru

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s