Posted in Uncategorized

Brownies 2

Butuh sekitar dua pekan untuk saya mulai bereksperimen lagi dengan kue bernama “Brownies”. Selain butuh mengumpulkan keberanian, saya juga harus memasang alarm “tarif listrik yg bisa melonjak” dengan baik di otak saya. Hingga akhirnya berbekal resep dari kak Yuni Nurul Azizah, yang sudah banyak dikenal emak-emak Indonesia di Sendai sana sebagai pembuat kue ulung, saya memberanikan diri membuat lagi. Apalagi setelah konsultasi sedikit dengan kak Yuni, beliau berjanji memberikan saran dan panduan langsung (kalau perlu lewat telpon) selama saya bereksperimen.

Berikut ini resepnya (masih asli dari tulisan beliau, hanya sedikit editan)

Brownies

By YUNI NURUL AZIZAH

  • 100gr butter/margarin (saya pake margarin biar murah hehhe, rasanya juga tetep enak ko)
  • 100gr coklat batang (saya biasa pakai meiji atau ghana)
  • 150gr gula (kalo kemanisan bisa dikurangi wehehhe)
  • 2 telur
  • 1 bks vanili (saya pakai yang vanilla essence beberapa tetes sesuai keinginan)
  • 100gr terigu protein rendah (warna merah)
  • kacang-kacangan (boleh tidak pake)

Cara membuat:

  1. Lelehkan coklat. Setelah leleh semua masukkan mentega aduk hingga semua tercampur rata (coklat dan mentega sama-sama leleh).
  2. Di tempat lain campur ato kocok telur dan gula sampe gula larut, bisa dengan whisk aja kok.
  3. Masukkan kedalam campuran mentega dan coklat tadi aduk perlahan lalu masukan terigu dan vanili. Aduk sebentar sampai semua tercampur rata.
  4. Siapkan loyang simpan di loyang terus di kasi kacang-kacangan trus dipanggang. 150°C 30-40 mnit (tergantung microwave) bisa juga 180°C drajat 30 menit. Kalo kacang nya udah kecoklatan bisa diangkat.

Singkat cerita, saya mengikuti resep beliau dengan tambahan baking powder dan baking soda. Judulnya sok-sokan improvisasi sih, tapi ternyata kata beliau brownies itu tidak perlu baking powder/soda *ampun deh Nis ><

Qadarullah, meski baunya lebih menggoda dari yang sebelumnya, kali ini pun saya harus menahan keinginan makan brownies bikinan sendiri. Ya, gagal alias belum berhasil (lagi). Mbak Yuni pun sampai kebingungan karena ciri-ciri kegagalannya mirip dengan yang sebelumnya. Bahkan, meskipun saya sampai mencoba memanggang 2 kali lagi dengan suhu yang lebih tinggi, hasilnya tetap nihil. Maka berakhirlah loyang berisi adonan coklat itu di kulkas. Hingga akhirnya berakhir juga di sink cucian karena saya nggak mungkin juga makan adonan kue yang saya nggak yakin bahkan bisa dimakan.

Sedikit sedih sih, masalahnya saya sudah berniat mengirimkan hasil buatan saya itu ke seorang kakak kelas, jika berhasil 😦

Brownies ke-2 setelah dipangang. Tetap ada banyak adonan yang tdak masak di bawahnya.
Brownies ke-2 setelah dipangang. Tetap ada banyak adonan yang tdak masak di bawahnya.

Maaf ya kak, sepertinya pengiriman buku+kuenya harus saya tunda dulu *hiks.

Ngomong-ngomong setelah kejadian gagal yang aneh untuk kedua kalinya ini, saya jadi memiliki banyak hipotesis penyebab kegagalan. Di antaranya:

  • menu oven yang sudah tidak berfungsi di microwave saya.
  • pilihan yang salah dengan menggunakan Blu* B*nd
  • saya salah pilih menu di microwavenya
  • dll.. yang jelas bukan salah di resepnya kan?

Entah mana yang benar, mungkin saya memang harus coba memanggang adonan saya di rumah orang lain?

 

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s