Posted in Uncategorized

Brownies 1

Gimana rasanya setelah kamu baca suatu resep kue yang judulnya seperti ini “Resep Brownies Untuk Bahkan Tidak Bisa Masak” atau “Brownies Yang Pasti Jadi” tapi ternyata semuanya hanya harapan palsu? Ah, kayaknya kami aja yang lupa faktor X yaitu, “Semua ikhtiar ada takdir di ujungnya”.

Namanya Blondies

Adonan Blondies. Brownies tanpa coklat (putih atau coklat).
Adonan Blondies. Brownies tanpa coklat (putih atau coklat).

Blondies ini saya kerjakan bareng sama teman kontrakan dengan resep dari sebuah situs genre anak muda (lebih pasnya mahasiswa) tepat 1.5 bulan yang lalu. Lihat judulnya kami jadi yakin bisa membuat si Brownies walaupun sedang tidak memiliki coklat. Tapi keyakinan itu turun sekian puluh persen saat lihat resepnya.

Gula 400 gram + mentega 225 gram + tepung 150 gram++bahan-bahan lain

Merasa ada yang aneh? Entahlah, walaupun kami belum pernah bikin kue secara mandiri tanpa bantuan orang dewasa yang profesional, kami merasa aneh aja kok gulanya banyaak banget tapi tepungnya sedikit banget yah? 

Awalnya hanya ingin membuat setengah resep melihat massa bahan-bahannya yang nggak tanggung-tanggung (kalau gagal kan rugi bandar). Tapi, akhirnya nurut resep juga. Setelah dicampur begini begitu, adonan pun dituang ke loyang dan dipanggang selama 30-an menit di microwave oven suhu 160°C yang sebelumnya telah dipanaskan terlebih dahulu.

Menit-menit selanjutnya jadi menit-menit menegangkan *halah.

“Cting” dan begitulah si microwave tercinta kami memberi sinyal, pertanda sudah selesai proses pemanggangannya. Aroma kue panggang pun menguar dari microwave, meski aroma mentega lelehnya lebih kuat.

Dan… hiks. Ternyata kue kami yang nampak kering di luarnya, begitu wangi aromanya, sesungguhnya tak berwujud kue sama sekali. Di balik bagian kering nan tipis tersembunyi cairan mentega yang lebih mirip dengan mentega leleh untuk bumbu jagung bakar ._.

Tak berputus asa, kami berniat memanggang lagi calon kue kami untuk yang kedua kali begitu jam dinding menunjukkan pukul 11 malam. Bukan apa-apa, hanya saja tarif listrik di wilayah kami lebih murah antara pukul 23:00 JST-07:00 JST 😀

Sayangnya, memang demikianlah kue kami harus berakhir. Meski sudah dipanggang dengan suhu lebih tinggi – seingat saya hampir 200°C – selama hampir 20-an menit, si calon kue tidak hendak juga melahirkan kue *halah. Dan malam itu, kami menyerah dulu untuk cita-cita makan brownies bikinan sendiri.

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s