Posted in Uncategorized

Puding Roti Keju

Setelah vakum berbulan-bulan dari “eksperimen” masak-memasak, alhamdulillah sekarang mood sudah balik lagi. Iseng-iseng cari resep dan nemu ini, resep yang bahannya mudah dan relatif murah dari blog Ummu Fatima (recommended banget!)

Before (kanan atas) and after baking (bawah).
Before (kanan atas) and after baking (bawah).

Resep asli: puding roti

Bahan:

  • 2 lembar roti tawar agak tebal potong kotak (kurleb 150 gr)
  • 2 butir telur (saya pakai telur M size)
  • 200 ml susu cair (ini untuk tekstur yang padat, jika ingin lebih lembut bisa ditambah jd 240 ml)
  • Gula pasir kurleb 60 gr (jika volume susu ditambah, gula juga ditambah jd 80 gr)

Taburan:

  • Kismis secukupnya
  • Almond slice (tapi saya pakai minced almond krn nggak butuh banyak dan harga lebih murah :p)
  • Keju parut (optional, krn suka keju aja)

Cara membuat:

  1. Kocok telur, masukkan gula, aduk sampai tercampur rata. Gunakan balloon whisk sampai gula larut. Tuangkan susu cair sedikit demi sedikit sambil diaduk. Saring.
  2. Tata roti di atas loyang/pinggan tahan panas dengan rapi. Siram dengan adonan susu sambil ditekan-tekan menggunakan garpu sampai roti terendam. Catatan: karena saya pakai keju parut juga, jadi keju diparut terlbih dahulu di atas roti baru disiram dengan adonan susu.
  3. Taburkan kismis dan almond secara acak.
  4. Panggang roti dalam oven bersuhu 180°C selama 38-45 menit (saya menggunakan microwave dengan suhu 160°C selama kurleb 38 menit).
  5. Angkat, dinginkan, dan sajikan (penyajian ketika dingin lebih nikmat :9)

Tambahan:

Pada percobaan pertama dan ketiga saya menggunakan kurleb 240 ml susu, hasilnya puding jadi cenderung lembek dan susah dipotong (bisanya langsung disendok dari loyang ._.), walaupun lebih terasa “puding”. Di percobaan kedua, volume susu dikurangi, puding lebih padat, mudah dipotong, tapi teksturnya lebih mirip cake.

Catatan untuk diri sendiri dan teman-teman selevel *eh:

Jangan sok-sokan ndak lihat resep jika belum hafal benar atau sudah pro. Karena bahan masakan yang sudah diproses dan hampir masuk tahap eksekusi itu susah diotak-atik lagi kalau salah, bisanya ditambah-tambah dan “‘disesuaikan”. Jika beruntung, nggak merusak rasa 🙂

Nagoya, musim dingin akhir Januari 2015

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s