Posted in Tuna Wisma

Photos: Omiyage

Saya termasuk orang yang demen mengumpulkan dan mengabadikan (dalam bentuk foto) oleh-oleh dari orang lain. Di Jepang, memberikan omiyage (buah tangan) untuk rekan kerja/lab adalah budaya. Mau tak mau, dengan senang hati saya jadi ‘ketiban’ rezeki juga. Padahal, saya jarang memberi orang lain (terutama lab tempat saya bekerja paruh waktu) karena saya….sangat jarang pergi ke luar kota 🙂

Sebagian besar desain produk oleh-oleh berupa makanan yang saya lihat di Jepang sangat menarik. Meskipun isi dan rasa dari oleh-oleh tersebut sebagian besar sama (sebagian berupa jajanan tradisional), tapi sensainya tetap ‘beda’ jika kita mendapatkan dari daerah yang berbeda. Apalagi kemasannya seringkali ‘menipu’ hehe..

Cake kering pelangi. Sayangnya lupa dari siapa.
Cake kering pelangi. Sayangnya lupa dari siapa.
 "Kurimu Momiji" Cake isi krim berbentuk daun maple. Oleh-oleh dari Audrey
“Kurimu Momiji” Cake isi krim berbentuk daun maple. Oleh-oleh dari Audrey
Pocky matcha ukuran "tidak biasa" dari Veve.
Pocky matcha ukuran “tidak biasa” dari Veve.
Kue dengan krim susu asli Hokkaido yang super lembut. Dari sensei di lab. FYI produk susu Hokkaido adalah salah satu produk susu paling terkenal di Jepang karena kesegaran, rasa yang creamy, dan natural.
Kue dengan krim susu asli Hokkaido yang super lembut. Dari sensei di lab. FYI produk susu Hokkaido adalah salah satu produk susu paling terkenal di Jepang karena kesegaran, rasa yang creamy, dan natural.
Kukis almond yang baru-baru ini diberikan oleh sensei di lab. Packagingnya sederhana-dibuat seperti parsel- tapi mengena.
Kukis almond yang baru-baru ini diberikan oleh sensei di lab. Packagingnya sederhana-dibuat seperti parsel- tapi mengena.
Mochi teh hijau berbalut tepung kacang kedelai dari Kyoto. Mochi, makanan tradisional yang tak lekang zaman. Tak hanya di Kyoto, banyak pusat oleh-oleh di kota-kota lain juga menjual mochi dengan berbagai varian rasa.
Mochi teh hijau berbalut tepung kacang kedelai dari Kyoto. Mochi, makanan tradisional yang tak lekang zaman. Tak hanya di Kyoto, banyak pusat oleh-oleh di kota-kota lain juga menjual mochi dengan berbagai varian rasa.
KitKat, meskipun bukan produk asli Jepag, tapi jajanan dengan banyak varian rasa khas Jepang yang satu ini hampir selalu menjadi target oleh-oleh turis (terutama Indonesia?) .
KitKat, meskipun bukan produk asli Jepag, tapi jajanan dengan banyak varian rasa khas Jepang yang satu ini hampir selalu menjadi target oleh-oleh turis (terutama Indonesia?) .

IMG_2079

Kukis dengan krim jagung dari Hokkaido (lagi). Masih ada notes dari orang di lab hehe
Kukis dengan krim jagung dari Hokkaido (lagi). Masih ada notes dari orang di lab hehe

Sebenarnya masih ada banyak lagi omiyage unik dan recommended yang tidak terabadikan oleh kamera pribadi, seperti goma tamago (telur biji wijen), Nagasaki castella yang terkenal, senbei (rice cracker) berbalut gula dengan bentuk gunung Fuji, dan kue manis berbentuk hyoko (anak ayam) dari Fukuoka. Biar tak penasaran dan bisa jadi referensi untuk beli oleh-oleh di Jepang, saya sisipkan gambar-gambar dari mbah Gugel di bawah ini

Hyoko dari Fukuoka. Rasanya manis legit tidak seperti anak ayam hhe. Sumber: di sini
Salah satu produk dari Tokyo Banana yang terkenal dan insyaa Allah aman bagi muslim 🙂
Goma Tamago dari Tokyo. Selain goma, ada juga Pote-tamago (berisi ubi ungu?)
Rice cracker dengan bentuk gunung Fuji dan berbagai rasa 🙂

Overall, yang membuat saya kagum dengan produk-produk makanan Jepang adalah konsistensinya dalam mempertahankan cita rasa khas Jepang seperti teh hijau, wasabi, mie soba/udon, tarako (telur ikan) dan lain-lainnya untuk disisipkan dalam panganan bukan asli Jepang. Begitu juga sebaliknya, produsen makanan tak ragu-ragu mengemas makanan tradisional sedemikianrupa hingga tetap terlihat tak ketinggalan zaman.

Selain itu, pengemasan yang menarik dan kualitas yang baik juga menjadi andalan. Bahkan, saya sering bergurau dengan teman saya. Katanya, “Bungkusnya menggoda semua ya! Cantik-cantik banget..padahal rasanya ya begitu-begitu aja. Hampir mirip semua” 😀

Jadi terbayang, suatu saat di Indonesia ada produsen coklat rasa rujak cingur atau onde-onde XD

Atau saya beralih profesi saja? hm..

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s