Posted in Hujan-Panas

Notes from Meguro (2)

Everything happens for a reason. Pasti ada hikmah di balik sesuatu. Tulisan ini adalah cerita sambungan dari postingan sebelumnya. Di balik kegagalan saya kemarin, ternyata ada banyak hal yang saya patut syukuri 😀

~ Lolos seleksi dokumen

Pertama kali membaca pengumuman di website resmi Sato Yo, saya setengah tidak percaya “Eh bisa lolos ya?” Belakangan, saya tahu dari salah satu teman dari kampus yang sama (dia juga lolos hingga tahap interview) bahwa temannya yang sebentar lagi menjadi alumni beasiswa Monbukagakusho bahkan tidak lolos seleksi dokumen. Wajar kalau kami kaget, ya kan penerima beasiswa Monbukagakusho terkenal supernya, bahasa Jepang mereka pun tidak diragukan lagi. Alhamdulillah..ternyata kami masih bisa ya 🙂 Tentunya ini tidak lepas dari bantuan kakak-kakak senior kami dan teman-teman semua. Makasih banyak banget deh buat Teh Rini-Kang Inu, Kak Ancha, Kak Aini, Sensei, Kak Novi, Kak Icha, banyak… Jazakumullahu khayran :”)

~ Pengalaman pertama menikmati Shinkansen (gratis!)

Jaman saya masih siswa-sekarang sudah mahasiswa hehe-dulu nama kereta yang satu ini sudah terkenal sekali. Kereta cepat dari Jepang. Saat sudah berada di Jepang seperti ini, siapa juga yang tidak penasaran mencoba? Sayangnya, harga tiket naik Shinkansen itu…mahal untuk kantong mahasiswa. Dari Nagoya ke Tokyo kita harus membayar sekitar lebih dari satu juta rupiah sekali jalan. Otomatis, jika ingin pulang-pergi dengan shinkansen harus merogoh kocek lebih dari 2 juta rupiah kan? Soo expensive!

Karena interview Sato Yo International Scholarship dilaksanakan di Tokyo, dan saya mendapat jadwal pagi hari hari Sabtu, maka mau tak mau harus naik Shinkansen (yey). Dengan menggunakan Shinkansen, waktu tempuh Nagoya-Tokyo yang seharusnya kurleb 8 jam dengan bis bisa dipotong hingga tinggal 1,5 jam saja. Meskipun jika menggunakan bis tentunya saya bisa untung lebih banyak tapi, karena biaya transportasi ditanggung pemenang yayasan, ya kenapa tidak diambil? Toh ini kesempatan yang sangat langka buat saya.

Oh ya, karena status saya sebagai pelajar di Jepang, saya bisa meminta diskon pelajar untuk semua tiket yang menggunakan jalur Japan Railway (JR Line) termasuk shinkansen. Diskon semacam ini membantu sekali, meskipun potongannya ‘hanya’ 100-ribuan rupiah. Alhamdulilaah ^^

Memang, dibanding kereta biasa Shinkansen berbeda. Tempat duduk yang lebih nyaman, perjalanan lebih cepat, serasa naik pesawat deh hehe. Walaupun ketika perjalanan ke Tokyo saya kurang bisa menikmati perjalanan karena perasaan yang masih doki-doki (nervous), akhirnya perjalanan dengan Shinkansen bisa benar-benar dinikmati ketika pulang. Wah, kapan ya bisa menikmati Shinkansen lagi?

~ “Latihan” speech

Terakhir kali saya berlatih speech dalam bahasa Jepang kira-kira setahun yang lalu saat masih sempat mengikuti kelas bahasa Jepang. Itu pun hanya untuk 3 menit dan dengan teks yang sudah disiapkan kira-kira dua pekan sebelumnya. Otomatis, dengan durasi wawancara 10 menit (sebenarnya sebentar sekali ya?) ini saya sudah merasakan seperti ujian speaking bahasa Jepang berbulan-bulan yang lalu.

~ Menyambangi Tokyo lebih lama

Pertama kali saya ke Tokyo akhir tahun 2013-awal tahun 2014 lalu untukmengikuti daurah. Tapi, itu pun saya tak banyak berjalan-jalan karena cuaca dingin-otomatis agak malas gerak-dan waktu yang ada hanya malam hari. Nah, kesempatan kemarin meskipun hanya satu hari, saya mencoba memanfaatkan sebaik-baiknya dengan mengunjungi asrama penerima beasiswa Monbusho-Mitsui Bussan di Odaiba (semoga saya tak salah tulis) dan sekitarnya, melihat keramaian Shibuya di Sabtu sore-sekaligus patung Hachiko, serta berjalan-jalan sebentar di Shinjuku.

Moving logo di Loft Shibuya. Harap maklum kalau tidak sebagus kamera profesional 🙂

Dalam kunjungan ke Odaiba bersama Tsani-yang telah menemani seharian-saya sempat masuk ke Toko Indonesia dan menemukan barang yang amat saya butuhkan saat itu: Adem S#ri. Benar saja kata Tsani, lingkungan sekitar asramanya itu benri (nyaman) banget! Ada banyak toko-toko yang menjual kebutuhan sehari-hari dengan murah, kebab halal, Toko Indonesia yang menjual aneka bahan makanan plus barang-barang Indonesia (jadi tak perlu minta kirim Energ*n atau minyak kayu putih dari Indonesia), toko Obento (bekal) yang halal, dan banyak lainnya.

~Pengalaman menghadapi seleksi-seleksi beasiswa yang selanjutnya (amiin)

Yang paling penting dari kejadian kemarin adalah pengalaman yang sangat berharga yang saya dapat. (harusnya) Saya bisa belajar dari kegagalan kemarin, dan nantinya lebih siap dengan seleksi-seleksi selanjutnya 😀

alhamdulillah

Alhamdulillahi bi ni’matihi tatimmush shalihat

Bahan bacaan (bagi yang penasaran)

  •  Japan Railway Company: Info perkereta-apian di Jepang yang termasuk dalam JR line.
  • Sato Yo International Scholarship: info beasiswa dari Sato Yo Foundation bagi mahasiswa ASEAN di Jepang, juga bagi mahasiswa Indonesia yang ingin mendapat pengalaman pertukaran pelajar untuk periode singkat (info lebih lengkap ada dalam versi bahasa Jepang).
Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

One thought on “Notes from Meguro (2)

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s