Posted in Hujan-Panas, Nippon

Notes from Meguro

Finally, the result has been announced.

Setelah dag-dig-dug berhari-hari (mungkin ini sedikit lebay) dan sengaja menunda waktu baca pengumuman hingga selesai Earthquake drill, akhirnya saya membuka juga pengumuman interview Sato Yo Scholarship for International Students tanggal 28 siang. Hasilnya?….

Alhamdulillah ‘alaa kulli haal.. Nomor tes saya tidak termasuk dalam daftar peserta yang dinyatakan lolos alias saya gagal kali ini.

Rasanya sedih. sih. Karena saya sadar sudah merepotkan banyaaak orang: “memaksa” Kochihira-san agar bisa apply untuk scholarship yang satu ini, minta surat rekomendasi dari Mizukami sensei, minta bantu kakak-kakak, hm.. Orang tua saya juga pasti merasakan yang sama. Tapi, sedih, galau, itu tidak boleh lama-lama, bukan? Masa’ iya mau menghabiskan waktu sia-sia meratapi keadaan?

Anyway, beberapa hal yang saya sebutkan berikut mungkin bisa jadi koreksi buat saya dan yang lain yang ingin bersiap-siap mencari beasiswa dari private foundation (dengan interview test) di Jepang.

Surat pemberitahuan jadwal interview dari Sato Yo scholarship foundation.

1. Kemampuan bahasa Jepang

Saat ini saya belajar di Nagoya University dalam Program G30. FYI program G30 adalah program pembelajaran berbahasa Inggris dari pemerintah Jepang dengan target awal 30 universitas di seluruh Jepang. Nah, dalam program ini semua kegiatan belajar mengajar dilakukan dalam bahasa Inggris, sehingga calon mahasiswa tidak perlu belajar bahasa Jepang secara intesif terlebih dahulu.

Sayangnya, walaupun program ini adalah program pemerintah, nampaknya sosialisasi program ini masih kurang. Harapan saya (dan banyak orang asing) yang tidak bisa berbahasa Jepang ini sih kalau bisa ya hidup kami, atau setidaknya semua hal berkaitan dengan pendidikan kami di sini bisa lancar-lancar saja walaupun bermodalkan bahasa Jepang yang pas-pasan. Kenyataannya, tidak demikian. Untuk soal mendapatkan beasiswa dari private foundation di Jepang saja (sepengetahuan saya) hampir semuanya membutuhkan kemampuan bahasa Jepang yang lumayan. Lumayan berarti mampu menulis dan berbicara dengan bahasa Jepang dengan baik. Jika tidak? ya, kurang lebih seperti yang saya alami kemarin, hehe. Walaupun saya lolos seleksi dokumen dan masuk ke tahap interview, ternyata selanjutnya saya gagal ketika berhadapan langsung dengan 10 orang interviewer (yang tentunya bertanya, merespon, dan mengharapkan jawaban dalam bahasa Jepang).

2. Kurang PD

Khusus untuk beasiswa dari Sato Yo foundation, saya rasa mereka masih mempunyai batas toleransi yang tinggi. Meskipun dalam proses interview dibutuhkan kemampuan bahasa Jepang yang baik, kenyataannya ada teman saya dan seorang temannya yang alhamdulillah bisa lolos seleksi ini meski ketika wawancara mereka menggabungkan jawaban bahasa Jepang dan Inggris. Tentunya, ada faktor lain yang mendukung. Salah satunya adalah tingkat percaya diri, apalagi jika yang dihadapi adalah 10 bapak-bapak dengan ekspresi super datar (wkwk).

3. Gugup

Gugup alias nervous itu lumrah. Untuk tes-tes yang penting pasti hampir semua orang merasakannya. Tapi, jika gugupnya keterlaluan dan tiak bisa dikendalikan itulah yang jadi masalah. Ketika interview yang lalu, saya tetiba menjadi amat gugup ketika saya menyadari bapak-bapak penanya itu tidak paham apa yang hendak saya sampaikan dalam bahasa Jepang. Saya juga mencoba menerangkan dengan bahasa tubuh dan akhirnya bahasa Inggris. Sayangnya, sepertinya si bapak-bapak penanya belum paham juga. Jadilah, buyar semuanya. Mau menjawab dengan bahasa Jepang sudah berceceran tak karuan ingatan saya, mau menjawab dengan bahasa Inggris akhirnya tidak bisa jelas juga. Salah satu nasehat penting yang akhirnya saya terima setelah interview dari teman saya adalah: jangan sampai satu kesalahan (lupa vocab dsb) membuat kamu terlewat gugup dan buyar semunya. Tidak semua hal harus dijawab dengan jawaban “Saya tahu” padahal kamu kesusahan menjawab. Jika memang tidak bisa, katakan, “Saya tidak tahu.”

4. Persiapan

Saya merasa terlalu banyak membuang-buang waktu selama dua pekan menjelang interview. Meskipun persiapan diseling tugas-tugas, laporan praktikum, dsb, harusnya saya bisa membagi waktu lebih baik misalnya dengan menyiapkan diri. Karena persiapan yang matang (mental maupun fisik) adalah hal yang mutlak dilakukan. Persiapan ini meliputi persiapan jawaban. Setidaknya, dalam waktu dua pekan itu kita harus bolak-balik memeriksa berkas pendaftaran kita (jadi sebelum di-submit, lebih baik semua berkas pendaftaran difotokopi terlebih dahulu). Apakah di antara rangkaian kalimat yang kita tulis itu ada yang masih kurang jelas?

Salah satu pertanyaan yang diajukan pada saya tanpa saya duga sebelumnya adalah pertanyaan terkait lomba yang pernah saya ikuti. National Olympiad of Medical Science (NOMS), nama lomba yang pernah saya ikuti tersebut, ternyata menjadi pertanyaan favorit interviewer. Bukan apa-apa, menurut orang Jepang, aneh kan kalau siswa yang bukan dokter mengikuti lomba kedokteran?

Pertanyaan lain yang masih melekat dalam ingatan saya adalah pertanyaan terkait esai saya. Di situ saya menulis: ingin membangun home industry dengan memberdayakan iu rumah tangga di sekitar saya. Interviewer pun bertanya: “Annisa-san kan mahasiswa sains (biologi pula), lalu bagaimana bisa membangun industri begitu? Teknik apa yang akan digunakan?” Mungkin pertanyaannya lebih ke pada: kamu kan tidak belajar teknik, bagaimana bisa membangun industri? Nah, dari sini juga saya medapat catatan bahwa sebisa mungkin, ketika membuat esai buatlah yang lebih mudah dijelaskan dan makes sense bagi negara tempat kamu mendaftar beasiswa. Iya sih, dalam esai memang bagus jika kita menuangkan mimpi-mimpi kita meskipun bayangannya masih jauh dari detail, tapi kalau tidak bisa jawab kan repot juga? Seandainya tetap ngotot dengan esai yang susah, at least kudu lebih berusaha untuk memberikan penjelasan yang gamblang.

Yah, di Indonesia orang tak lulus kuliah pun bisa bikin industri kan? Hm, cinta Indonesia banget lah ❤

5. Faktor X

Seharusnya jauh-jauh hari sebelum hari-H, doa-doa kudu santer dipanjatkan amal-amal baik ditingkatkan, sebab-sebab terhalangnya rezeki dijauhi. Lebih kenceng lagi mendekati hari-H. Mau persiapan OK, bahasa Jepang jago, super PD, tapi jika tidak ada permintaan yang diajukan kepada Allah Sang Pencipta alam semesta dan isinya ya bagaimana? Anyway, akhirnya hasil apapun yang didapat adalah keputusan Allah. Jika Allah mengehendaki, maka terjadi. Jika tidak, takkan terjadi juga bagaimanapun usaha manusia. Wallahu a’lam.

Bagi yang sedang tinggal dan belajar di Jepang dengan biaya sendiri atau beasiswa yang dirasa kurang, sila coba beasiswa Sato Yo International Scholarship (link di sini). Selain beasiswa untuk mahasiswa yang berada di Jepang, Sato Yo foundation juga memberikan beasiswa untuk pertukaran pelajar (info lengkapnya bisa dilihat di web). Info yang diberikan dalam bahasa Inggris biasanya kurang mencukupi. Bagi yang mengerti bahasa Jepang, sangat direkomendasikan untuk membuka link versi Japanese-nya (formulir pendaftaran dsb terdapat dalam link berbahasa Jepang).

Selamat mencoba, kore kara mata ganbarou!

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

One thought on “Notes from Meguro

  1. Selamat pagi, Kak.

    Perkenalkan nama saya Kevin dari Bandung. Sekarang saya sedang kuliah di Kyudai dan apply beasiswa Sato Yo juga. Kebetulan saya juga dipanggil interview. Kalau boleh, bisa kah Kakak berbagi tips dan trik trik untuk interviewnya? *kalau boleh email saya saja langsung 🙂
    (Email saya kevin.uning@gmail.com)

    Salam hangat dari Fukuoka,
    Kevin Theodric Uning

    Like

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s