Posted in Cat Warna

Idul Fitri, Opor, dan Handout (Part 2)

Kyaaa postingannya super telat. Beginilah jika liburan diwarnai dengan mudik ke kampung halaman di mana akses internet dan semangat tidak sestabil di rantau, hehe. Isi cerita sambungan ini sebenarnya lebih ke makan-makan yang jadi favorit banyak anak kosan-yang masih single, ups.


Perjalanan keliling idul fitri kami diawali dengan kunjungan ke rumah kak Ita (ssstt, seharusnya saya memanggil beliau dengan sebutan “bu Ita”), orang Medan yang masih keturunan Jepang. Di rumah beliau, hidangannya komplit sekali, mulai dari es buah, nugget, sayur lontong khas medan, sambal goreng, kerupuk udang, dan buah. Setelah sesi makan-makan selesai, rombongan kami pun SMP meminta pamit untuk melanjutkan perjalanan alias SMP (Setelah Makan Pulang).

Perjalanan kedua berlanjut ke rumah kak Lila di komplek Umemoriso. Namun, karena sudah kenyang sekali dengan hidangan di rumah kak Ita, saya dan kak Icha langsung cus (pergi) ke kediaman kak Rahma. Nah, di sinilah opor yang sudah ditunggu-tunggu dihidangkan. Oh ya, sepanjang perjalanan rencananya saya pengen baca-baca materi untuk ujian Inorganic Chemistry dan Genetics yang akan dilaksanakan pekan itu. Handout sudah siap di tangan. Namun kenyataannya…hehe.

Rumah Penuh Inspirasi

Yokoso di rumah kak Rahma! Hari itu adalah momen pertama kali saya berkunjung ke rumah kak Rahma, padahal sudah hampir dua tahun di Nagoya ckck. Pertama membuka pintu rumah kak Rahma.. Jeng jeeeng!!! Saya nggak bisa bilang rumahnya rapi. Ya, seperti kata kak Rahma juga sih, rumah beliau memang nggak rapih. Barang-barang tertumpuk di sana-sini, kabel di sana sini, tapi…jujur, isi rumahnya penuh inspirasi! Dinding rumahnya dipenuhi karya seni, baik karya Zahra atau Akira, kak Rahma sendiri, kak Endra, dan karya bersama. Ada kaligrafi, lukisan, foto-foto, hiasan kreatif bermacam rupa. Wah, pokoknya anak-anak bebas berkreasi deh. Pasti anak-anaknya menikmati masa kecil yang bahagia banget :’) sayangnya, saya lupa nggak mengambil foto sama sekali TT

Yang sesungguhnya membuat saya kagum terhadap pasangan kak Rahma-kak Endra adalah semangat  tinggi, komitmen dan kemauan yang kuat, serta kekompakan mereka dalam mendidik anak-anak mereka. FYI, kak Rahma dan kak Endra baru saja lulus dengan gelar Ph.D dari Nagoya University. Selama ini keduanya sama-sama menempuh pascasarjana di Jepang —yang bisa dibayangkan sibuknya—dan sama-sama mengurus dua anak. Hebatnya, meskipun sibuk begitu anak-anak mereka tidak ada yang ‘terlantar’ loh. Dua-duanya aktif, kreatif, jago ngaji (padahal banyak anak-anak Indonesia yang lama di Jepang tak terlalu lancar mengaji), ilmu dunia dan agama insyaa Allah oke deh. Waah..jadi pengen jugalah seperti beliau-beliau berdua 😀

Beginilah!

Beginilah lebaran di tanah rantau. Yang sekuler. Jika lebaran di tanah air suasananya terasa sampai berminggu-minggu kemudian, lebaran kami hanya sehari bagi yang bisa merayakannya. Alhamdulillah saya termasuk salah satu orang yang diberi kesempatan ikut merayakannya. Bagaimana dengan yang lainnya? Yang tidak bisa ikut merayakan? Banyaak… Mereka yang bekerja, yang bersekolah tidak mendapat libur, yang ujian.. Alhamdulillah alhamdulillah, bersyukur sekali rasanya mendapat kesempatan merasakan jadi minoritas — yang seringkali sensasinya dag dig dug jder. Menjadi amat sangat bersyukur ketika teringat kemudahan beribadah di kampung halaman 🙂

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s