Posted in Hujan-Panas

Tempat Baru, Keluarga Baru

Ketika kau sampai di tempat yang baru, mungkin kau ragu, “Harus ke mana? Bagaimana? Di sini tak ada ibu..”
Ketika langkahmu terhenti di tempat yang baru, mungkin kau bertanya-tanya, “Apa aku sendiri saja?”
Hai perantau, Jangan sedih, jangan gundah. Percayalah, Allah akan mengirimkan keluarga baru untukmu di tempat yang baru.


Selamat summer dari Nagoya!

Alhamdulillah, saya baru saja menyelesaikan lab report saya yang terakhir di semester ini kemarin, baru saja selesai membuat draft rancangan esai untuk pendaftaran beasiswa, dan…harus bersegera keluar dari dunia maya nih karena pekan depan saya sudah mulai masuk ke final exam week*membandel sebentar boleh lah ya :p

Alhamdulillah, alhamdulillah bi ni’matihi tatimmush sholihat, mungkin ini juga berkah Ramadhan ya, saya dapat keluarga baru lagi! Yey! Keluarga baru saya ini mbak-mbak para calon perawat asli Indonesia yang akan bekerja di Jepang. Ceritanya, kami bertemu dan berkenalan di masjid Honjin satu pekan yang lalu. Btw, jadi pengen cerita tentang masjid Honjin di Nagoya deh, tapi kapan-kapan lah ya.. Nah, ada tiga orang keluarga baru saya: mbak Soko, kak Wisti, dan teh Yoshi. Semuanya masih single loh, saya juga *ups. Kakak-kakak ini rupanya sudah tinggal di Jepang selama 1,5 bulan, tepatnya di daerah Toyota, daerah di luar Nagoya.

Pekan lalu merupakan pengalaman pertama mereka mengunjungi masjid Honjin. Yah..harap maklum, dari Senin-Jumat mereka harus menjalani pelatihan khusus untuk perawat (termasuk belajar bahasa Jepang), hari Sabtu pun biasanya ada kegiatan, jadi susah untuk bisa datang ke masjid. Ditambah lagi jarak antara Toyota-Nagoya yang lumayan memakan waktu. Pas banget, kakak-kakaknya mendapat tugas observasi (baca: jalan-jalan) hari Sabtu itu dan berkesempatan mampir ke masjid. Ke masjid pun perjuangan loh! secara, mereka tidak tahu jalur subway di Nagoya dan kata モスク (baca:mosuku dari kata mosque) atau masjid pun tidak familiar di telinga masyarakat Jepang. Alhamdulillah…mereka sampai juga. Hari itu mbak Soko datang terlebih dahulu, sementara kak Wisti dan teh Yoshi datang belakangan dengan diantar oleh seorang kakek-kakek orang Jepang asli — semoga Allah memberinya hidayah — setelah pertemuan “tidak sengaja” mereka.

Di masjid lah kami berkenalan, saling berbagi makanan buka puasa, dan gotong royong mencuci bekas makanan. Kakak-kakak itu baiiiiik banget. Semoga Allah segera mempertemukan kakak-kakak dengan jodohnya ya 😀 Kami sempat bercengkerama bersama, sharing tentang kehidupan di Jepang hingga akhirnya berpisah di subway dalam perjalanan pulang.

Anyway, satu poin penting yang amat saya syukuri di sini adalah:

Wherever you go, there’s always Allah’s blessings.

Blessings di sini bisa berarti apaaa saja dan dalam konteks kali ini adalah KELUARGA.

Sesungguhnya, orang-orang yang beriman itu bersaudara.. (QS. Al-hujurat: 10)

Ya, hampir dua tahun di Nagoya, saya mendapat banyaaak tambahan anggota keluarga baru, mulai dari kakak PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Nagoya, ibu-ibu KMI (Komunitas Muslim Indonesia) Nagoya, teman-teman sekontrakan, seangkatan, hingga ibu, kakak, tante, anak-anak di masjid — yang hampir semuanya sudah saya hafal namanya karena pertemuan tiap Sabtu. Sungguh, jika direnungi lagi keberadaan merekalah yang menunjukkan kasih sayang Allah buat saya. Allah tak membiarkan saya sendirian. Ketika saya mengalami kesulitan, ketika rindu dengan keluarga di rumah, ketika saya butuh figur ibu untuk bertanya, bahkan ketika kulkas di rumah ngambek tiba-tiba, mereka ada untuk membantu saya, bi idznillah :’)

Memang, beradaptasi dengan tempat baru itu tidak mudah; meninggalkan keluarga di rumah, berpisah dari keluarga di sekolah yang lama, keadaan lingkungan yang berbeda, tantangan baru, kesulitan ini-itu, dst. Masalah adaptasi ini yang kemudian seringkali menjadi dorongan untuk menyerah (jadi ingat saat-saat awal masuk IC :’)). Tapi.. ada satu yang akhirnya bisa saya percaya dari rangkaian takdir ini sekaligus jadi penyemangat untuk tetap bertahan di tempat yang baru:

Bahwa Allah tahu yang terbaik, bahwa Allah tidak akan mengirimkan kita ke sini ini kita jika kita tak mampu. Bahwa selalu ada alasan di balik sesuatu.

Untuk keluarga IC yang berada di tempat baru, selamat bertemu dengan keluarga barunya ^^/

 

Alhamdulillahi bi ni’matihi tatimmush sholihat,

Central Library Nagoya University. Ganbarou untuk final exam! H-20 pulkam, Insyaa Allah

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s