Posted in Telaga

Mengapa Bersusah Payah?

(sumber: dokumen pribadi)
(sumber: dokumen pribadi)

“Mama… Akira minta minum..” rengek Akira di mobil kemarin sore.
“Sedikit lagi, Akki.. Sekarang sudah jam lima. Dua jam lagi.”
“Ne…” jawab Akira lemas.
“Akki, kak Nisa punya keeki (cake) nih. Nanti kalau Akira puasanya bisa penuh, keeki-nya buat Akira. Mau nggak?” 
“Un (iya)! Mau!” 
“Jya, ganbatte ne (oke, kalo gitu semangat ya)!”


Semalam di sela istirahat shalat tarawih, imam masjid kami (masjid Honjin) bertanya kepada jama’ah, “Why you are doing this? Fasting, suffering all-day long. Why you are doing this?”

Mengapa? pertanyaan ini seolah-olah pertanyaan bodoh tapi tak mudah juga untuk dijawab. Pertanyaan macam ini juga yang sangat mungkin bakal ditanyakan teman-teman non-muslim saya di kampus. Ngapain sih?! Udah panas, capek, malah kata sebagian besar orang Jepang: shinu yo (mati kamu nanti)! Padahal, kenyataannya atas izin Allah kami survive aja tuh :p.

Jadi ngapain? Coba kita lihat dulu alasan lain Akira akhirnya mau mempertahankan puasanya—selain ingin dapat hadiah cake.

“Iya Annisa, jadi Akira tuh suka banget sama kalender itu (kalender kegiatan Ramadhan yang ada poin-poin-nya). Dia nggak suka banget kalo kalendernya ada yang batsu (bertanda silang “×”, maksudnya tidak terlaksana/tanpa poin). Maunya semua maru (bertanda lingkaran “o”, terlaksana).”

Apakah kita memiliki alasan yang mirip atau bahkan sama dengan Akira? Ingin dapat maru? Atau ingin dapat cake? Sekedar memenuhi kewajiban? Atau—na’udzubillahi min dzalik—malu jika ketahuan tak berpuasa oleh orang lain?

sumber: google.com

Well, kita memang berusaha memenuhi kewajiban kita sebagai muslim. Dan indeed, kita juga menginginkan “poin” dan “cake” sekaligus.Tapi, tentu saja “poin” dan “cake” kita berbeda dengan apa yang diinginkan Akira sore itu. Ialah poin berupa pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala, dan tentu saja cake taqwa di akhir perjuangan kita.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.

 

“…And of course, you are doing this because you want Allah to forgive your previous sins..” 

Demikianlah yang disampaikan imam di bagian (hampir) akhir taushiyahnya.

Semoga kita senantiasa ikhlas dalam ketaatan, semoga hasil syusyah susah payah ini berbuah “poin” dan “cake” untuk bekal kita di kehidupan yang kekal kelak ya. Hamasah! ^^/

 

*catatan taushiyah Ramadhan hari ke-7 di masjid Honjin.

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s