Posted in Cat Warna, Nippon

Museum Itu…

Museum!

Apa sih yang terlintas di pikiran Anda tentang “museum”? Kumuh, pengap, bau, dingin, membosankan? Hm..barangkali, Anda harus sesekali menengok bagaimana museum-museum di Jepang yang tidak pernah sepi pengunjung. Kebetulan, saya pernah mengunjungi beberapa museum di Nagoya dan sekitarnya. Dan sepanjang wisata saya ke museum-museum tersebut, saya tidak merasa bosan. Hm..gimana ya, seolah-olah museum di sini didesain semenarik mungkin untuk segala usia, selain isi dari museum itu sendiri yang sudah sangat menarik.

Berikut ini beberapa foto kunjungan saya ke beberapa museum di Nagoya dan sekitarnya

1. Nagoya City Museum

Akira sedang merangkai puzzle replika salah satu lukisan yang dipamerkan di Nagoya City Museum. (dok pribadi)
Akira sedang merangkai puzzle replika salah satu lukisan yang dipamerkan di Nagoya City Museum. (dok pribadi)

Alhamdulillah, beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan berkunjung ke Nagoya City Museum. Pada saat itu (6 Mei 2014) sedang diadakan pameran lukisan Jepang dari zaman Edo. Saya kurang begitu faham dengan isinya sih, karena sebagian besar penjelasan diberikan dalam bahasa Jepang–salah satu kekurangan museum-museum di Jepang–namun, begitu excited dengan isinya. Lukisan-lukisan di sana sangat menggambarkan bagaimana keadaan Jepang pada waktu itu. Yah..seperti mesin waktu begitu 🙂

Waktu itu saya pergi bersama kak Rahma dan anak-anaknya, Akira dan Zahra, juga Khansaa (teman Akira). Untuk anak-anak sih museum dengan kategori seperti ini agak membosankan juga. Mereka keukeuh banget minta segera pulang. Tapi….Eng ing eng.. begitu melihat puzzle replika lukisan mereka langsung bersemangat kembali.

Oh ya, harga tiket masuk untuk ke museum ini lumayan mahal sih bagi mereka yang sudah berstatus orang dewasa apalagi pekerja. Tiket masuk untuk orang dewasa sebesar 1.300 yen, anak-anak SD 500 yen, siswa yang lebih besar selain SD 900 yen, dan untuk mahasiswa universitas tertentu GRATIS! Yap, karena saya adalah mahasiswi Nagoya University, dan kebetulan universitas bekerja sama dengan museum tersebut, jadilah saya masuk dengan percuma~ Alhamdulillah..

info lebih lanjut klik di sini

2. Mizunami Fossil Museum-Gifu 

IMG_0421
Replika rangka dinosaurus. (dok pribadi)
Penjelasan tentang arkeologi menggunakan animasi khas anak-anak.
Penjelasan tentang arkeologi menggunakan animasi khas anak-anak. (dok pribadi)
Fosil hewan yang terawetkan dalam getah tanaman.
Fosil hewan yang terawetkan dalam getah tanaman. (dok pribadi)

Nah, yang satu ini letaknya agak jauh dari kota Nagoya. Mizunami Fossil Museum terletak di Prefektur Gifu, Chubu. Untuk menuju ke sana, ketika itu kami dari Nagoya memanfaatkan kereta (sayangnya lupa Meitetsu atau JR) yang memakan waktu sekitar dua jam. Di dalam Fossil Museum tersebut dipajang aneka fosil, berbagai penjelasan mengenai batuan, game-game interaktif untuk menguji pemahaman kita tentang arkeologi, dan banyak lagi. Selain menikmati kegiatan di dalam ruangan, pengunjung juga bisa mengamati bekas-bekas fosil di sepanjang jalanan menuju ke sana dan jika Anda datang di musim panas, Anda bisa turut berpartisipasi dalam kegiatan “Mencari Fosil” di sungai yang terletak di sekitar museum dengan bimbingan dari staf museum.

Yang paling saya sukai dari museum ini adalah game-game interaktifnya. Serasa kembali lagi ke masa kanak-kanak XD

Info lebih lanjut klik di sini

3. Gifu Research Information Center

Rice Cake khusus untuk astronot.
Rice Cake khusus untuk astronot. (dok pribadi)
Makanan khusus astronot juga.
Makanan khusus astronot juga (dok pribadi).

Tempat yang satu ini termasuk dalam kategori Science Museum. Letaknya di Gifu juga, tak jauh dari Mizunami Fossil Museum. Bagi Anda yang suka berbelanja barang-barang unik dan berbau scientific, rasanya tempat ini cocok sekali sebagai tujuan wisata. Selain belajar berbagai macam hal menarik–sederhana tepi keren–Anda bisa membeli barang-barang semacam makanan khusus astronot seperti foto di atas.

Ada harga ada rupa

Masalah harga, memang barang-barang “unik” yang dijual di sana tergolong mahal bagi kantong kebanyakan orang Indonesia (apalagi jika dikonversikan ke dalam rupiah hehe), tapi masih wajar untuk ukuran yen.

Untuk gambaran tempat klik di sini

4. Nagoya City Science Museum

nagoya city Science Museum
Dari website resmi Nagoya City Science Museum.

Sayang sekali saya tidak punya dokumentasi ketika ke sana. Ketika itu saya menikmati acara Star Gazing yang diadakan di planetarium Nagoya City Science Museum. Dengan membayar sekitar 700 yen setiap orang dan pendaftaran sebulan sebelumnya, kita bisa mendapatkan banyak ilmu tentang bintang (astronomi). Sayangnya, semua penjelasan diberikan dalam bahasa Jepang, saya juga kurang bisa bahasa Jepang, tapi tetap seru rasanya hehe.. FYI, planetarium Nagoya City Science Museum ini katanya yang terbesar di dunia loh! wow, ckckck…

Anyway, jika Anda tak mau menikmati Star Gazing-nya, Anda bisa datang ke museum ini untuk menikmati pameran dan wahana yang lainnya, ada Deep Freezing Lab, Tornado Lab, Electric Discharge Lab, dll.

Masih penasaran? klik di sini

5. Tokugawa Art Museum

Panorama taman di kompleks Tokugawa Art  Museum. (dok pribadi)
Panorama taman di kompleks Tokugawa Art Museum. (dok pribadi)
Halaman Tokugawa Art Museum. (dok pribadi)
Halaman Tokugawa Art Museum. (dok pribadi)

Tokugawa Art Museum adalah museum pertama yang saya kunjungi di Jepang. Waktu itu kunjungan kami ke sana sebagai dari kelas Introduction to Japanese Culture. Sama seperti Nagoya City Museum, bagi mahasiswa Nagoya University untuk masuk ke dalam area museum tidak dipungut biaya sama sekali. Di sana Anda bisa menikmati belajar sejarah Tokugawa Ieyasu, salah satu dari tiga Shogun yang terkenal di Jepang. Jika sudah bosan atau lelah berkeliling museum, Anda juga bisa menikmati indahnya taman Tokugawa yang terletak di kompleks yang sama dengan museumnya. Hanya saja, untuk itu akan dikenakan biaya masuk tambahan.

Butuh informasi lebih lengkap? klik di sini

***

Yap, itu sedikit–jangan-jangan terlampau sedikit–cerita dari saya tentang museum-museum di daerah Nagoya dan sekitarnya. Sejauh ini selalu ada keseruan tiap kali datang ke museum, entah karena fasilitasnya, desainnya, keramahannya, atau permainan anak-anaknya (?). Anyway, semoga museum-museum di Indonesia bisa semenarik di Jepang ya, jadi tak pernah sepi pengunjung juga : )

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s