Posted in Cat Warna, Hujan-Panas

Kantor Pos dan One-Day Ticket

Bismillah..
Hari Sabtu kemarin rasanya banyak hal yang terjadi tidak sesuai rencana. Rencananya, hendak ke masjid Honjin sekaligus pergi ke kantor pos pusat di Nagoya-yang saya kira adalah satu-satunya kantor pos yang buka pada akhir pekan-untuk mengirimkan barang-barang penting. Malam sebelumnya saya mencoba mencari letak pasti dari kantor pos tersebut, dan entah mengapa nggak terpikir sama sekali untuk ngubek-ubek google maps. Hasilnya, situs yang menjadi rujukan saya hanya mengatakan bahwa kantor pos tersebut dekat dengan stasiun pusat Nagoya (hei, kapan-kapan kalian harus mengunjunginya!). Yahh, paling semenit-dua menit jalan kaki lah.. sayangnya, saya yang terlalu menganggap remeh urusan lokasi jadi makan akibatnya di hari Sabtunya.

Jadi, sebenarnya hari Sabtu kemarin saya dan beberapa teman ada janji bertemu profesor, salah satu koordinir program G30. Namanya juga anak-anak bermasalah, jadi harus sering-sering silaturahmi dengan profesor :p Sayangnya, durasi pertemuan yang saya kira hanya akan memakan setengah jam malah molor sampai hampir 40-an menit. Walhasil, jadwal kegiatan yang saya susun hari itu banyak yang molor jugasalah saya juga sih, kurang konsisten Akhirnya berangkatlah saya 30 menit lebih lambat dari seharusnya. Memperhitungkan semua biaya, subway PP plus keluar-masuk Nagoya station dan kemungkinan bus akhirnya saya putuskan untuk membeli tiket sehari (do nichi eko kippu) yang jika estimasi saya benar akan jauh lebih murah daripada tiket biasa.

Di jalan, saking mepetnya waktu yang saya punya-saya nggak mau telat datang ke masjid untuk satu, dua, banyak alasan-saya coba mencari lokasi fix kantor pos pusat yang menjadi tujuan. Oh ya, waktu itu saya sambil nenteng-nenteng kardus besar yang..ya nggak berat sih tapi cukup merepotkan untuk dibawa naik subway . Padahal naik subway di kota besar di Jepang itu rasanya nggak bisa nyantai, terutama di akhir pekan dan rush hours. Semua orang berjalan cepat (bahkan di eskalator pun masih lari-lari) dan biasanya subway padat banget. Balik lagi ke pencarian lokasi, dengan Google Map akhirnya saya tahu bahwa: untuk ke kantor pos itu saya butuh ganti kereta dua-tiga kali plus naik bus beberapa kali plus jalan kaki beberapa menit. Ya Allah, ini kantor pos apa apa sih kok aksesnya jauh sekali~ dan berdasarkan estimasi tercepat si Google Mapsaya suka bagian mereka memberikan estimasi waktu butuh sekitar hampir satu jam untuk sampai kesana. Nggak mau ambil resiko terlambat datang ke masjid, singkat cerita saya membatalkan rencana mengirim barang-barang. Langsung naik kereta ke tujuan-dengan masih menenteng kardus-dan alhamdulillah, sampai di masjid tepat waktu.

Nyatanya di masjid semua lelah saya rasanya hilang. Bahagianya bertemu anak-anak, diajak ngobrol dengan mereka-walaupun saya banyak nggak ngerti mereka ngomong apa, menikmati hidangan pengajian ibu-ibu yang salah satunya adalah risolAlhamdulillah ngidam risol kesampaian walaupun saya nggak ikut pengajiannya, melihat ummu-ummu dari timur tengah yang selalu menyejukkan dengan hijab longgarnya dan sebagian bercadarah, pengen banget.. dan banyak lagi.

Oh ya, satu lagi. Kebetulan sekali saya datang di saat yang tepat. Kenapa saya katakan tepat? karena ternyata hari itu ada seorang ibu dari mesir yang baru saja melaksanakan aqiqah untuk anaknyabaru saya temui setelah setahun lebih disini. Jadilah, ba’da maghrib kami ‘makan besar’. Saya nggak sedang melebaykan sesuatu karena memang makanan yang dihidangkan nggak tanggung-tanggung, setiap orang mendapatkan seporsi nasi plus lauk khas mesir yang banyaaak sekali, ada roti tawar, jeruk, kue kecil mirip roti yang berisi keju di dalamnya, minuman soda, salad. Hm…untuk anak kosan alhamdulillah banget kan ? :))

Setelah makan besar itu saya ikut sebuah program bebas untuk belajar bahasa Jepang yang diadakan di masjid. Pengajarnya mahasiswi-mahasiswi asli Jepang(sayangnya mereka non-muslim) dan yang membuat saya terharu, ternyata ada salah seorang pengajar yang mengingat saya-kami bertemu di program yang sama enam bulan yang lalu. Hari itu kami belajar cara membaca surat pemberitahuan tentang pengumpulan arang-barang recycle. Huft..emang nggak mudah karena selain banyak kanji yang belum saya pelajari, gaya bahasa yang digunakan pun berbeda, lebih formal dan tidak umum ._. Alhamdulillah, satu dari banyak yang bisa disyukuri lagi 🙂

Sepulang dari masjid yang ternyata saya nggak perlu naik subway lagi karena diantar kakak senior, saya merenungi kejadian seharian itu. Kalo dihitung-hitung secara materi dan energi saya rugi. Tiket one-day pass yang saya beli tidak terpakai kecuali hanya sekali. Selain itu saya harus membawa kardus kiriman saya kembali ke rumah yang artinya banyak ATP yang saya butuhkan. Tapi dibalik itu, saya mendapat hal-hal non materi yang ternyata lebih berharga untuk saya. Kerinduan saya pada keluarga dan teman-teman di Indonesia terbayar walaupun dengan orang-orang yang berbeda, ilmu nihongo yang baru, mendapat motivasi-terutama tentang Al qur’an-dari ibu-ibu masjid, hilangnya penat yang sudah menumpuk lama..ah intinya beberapa urusan perasaan untuk sementara terselesaikan hari itu. Oh ya, plus urusan perut juga sih hehe..

Ah, hitungan materi itu tidak selalu berfungsi dengan tepat kok. Selama hikmah di balik sesuatu bisa ditemukan, nilai untung-rugi itu ternyata menjadi dinamis sekali 🙂

Alhamdulillah ‘ala kulli hal..

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s