Posted in Hujan-Panas, Nippon

We Gonna Take a Break for Your Prayer

Terharu setelah baca surat elektronik dari Mr. Takeo Kobayashi. Beliau adalah manager sebuah komunitas budaya bernama ACE di Nagoya.

Terharu kenapa?
*smile* Tentunya ini beralasan. Ceritanya, saya diundang oleh komunitas tersebut dalam salah satu pertemuan mingguan mereka sebagai guest speaker. Nah, tugas saya adalah ngobrol dengan mereka dalam bahasa Inggris tentang berbagai macam topik, terutama hal-hal spesial mengenai diri(atau komunitas) saya misalnya tentang Indonesia dan atau Islam. Pertemuan nanti akan jadi pertemuan saya dengan komunitas kami yang kedua dalam tiga bulan ini. Dua bulan yang lalu, tepat sehari sebelum pertemuan diadakan saya mengirim email kepada Mr. Kobayashi, meminta izin jeda sholat barang 10 menit di waktu diskusi kami karena waktu itu waktu maghrib adalah sekitar pukul 19 sementara waktu sholat Isya’ pukul 20.08. Padahal diskusi tersebut sendiri dimulai pukul 18.00 dan berlangsung hingga dua jam selanjutnya. Sayangnya rupa-rupanya Mr. Kobayashi tidak membaca email saya yang bisa dibilang mepet itu.*saya tahu dari email yang dikirim untuk saya beberapa hari kemudian* Walhasil saya yang waktu itu berharap-harap bakal dapat jeda malah pupus harapan. Saya sempat berburuk sangka waktu itu.
Jangan-jangan mereka nggak ngebolehin sholat disini..
Jangan-jangan begini..dst dst..
Beruntungnya, alhamdulillah sekali waktu itu diskusi berakhir sebelum pukul 20.00 sehingga masih ada waktu sholat. Saat itu juga saya langsung minta izin sholat di tempat. Dan ternyata… Mereka berbaik hati memperbolehkan saya menggunakan ruangan mereka untuk sholat. Sampe-sampe ditungguin di luar ruangan!
Kata salah seorang anggotanya, “Udah, pakai saja senyamanmu. Selama yang kamu butuhkan.” Duh..
Dan hari ini saya dapat kabar yang melegakan sekali. Walaupun saya tak menyebutkan soal jeda untuk sholat, Mr. Kobayashi dalam emailnya bilang,
“This time we are going to take a short break during the meeting for your pray at around 7 pm”
Aaaa…alhamdulillah :”)
Sekaligus catatan buat saya, dimanapun, kapanpun, namanya juga prinsip utama ya harus diutamakan.
Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s