Posted in Hujan-Panas, Nippon

Jilbabku dari Autumn ke Summer (Bagian 2)

Bismillah..
Yosh, harus ngelanjutin lagi

Karena kami orang asing
Ngomong-ngomong soal jilbab dan komentar-tanggapan-apalah itu di Jepang sebenarnya gak sekompleks atau semengerikan kayak di Uni Eropa loh yang memang beberapa melarang pemakaian jilbab, punya pandangan negatif, dsb. Di Jepang itu yang bikin orang berjilbab dipandang aneh adalah: karena kebanyakan mereka itu orang asing dan tentunya karena ketidaktahuan mereka tentang kita (baca: muslim).
Oke, jadi mengawali lagi..saya punya pengalaman yang ‘mematahkan hati’. Ini pengalaman pertama saya ditolak sama orang Jepang. Jadi ceritanya…waktu itu saya sedang dalam masa berburu kos-kosan (disini apartemen). Nah, karena masih newbie saya nggak tau jalan dan gak hafal alamat apartemen inceran saya, saya tersesat. Eh, sebenarnya kami deng karena waktu itu kami bertiga dan dua orang diantaranya berjilbab. Dari kejauhan kami lihat ada nenek-nenek hendak melintas. Saya pikir itu kesempatan bagus buat nanya jalan. Begitu melihat saya mendekat…
“Sumimasen! Sumimasen!” katanya sambil bermuka aneh gitu. Yak..si nenek langsung kabur begitu saja..
Sejak saat itu hingga seminggu kemudian saya benar-benar patah hati. Saya kesel banget sama orang Jepang. Dalam pikiran saya, masa’ gara-gara saya pake jilbab aja mereka nolak sih?! dih! 
Pikiran macam ini terbawa sampai beberapa lama hingga saya dapat alasan yang sebenarnya dari orang Jepang.
Dalam beberapa kasus, mereka menghindari kami karena kami orang asing. Karena mereka takut berlaku salah atau dalam artian nggak sesuai menurut pandangan kami. Yah intinya gak enakan kali ya, entah hehe.. tapi begitulah yang saya tangkap dari beberapa jawaban teman saya baik itu orang Jepang asli maupun teman-teman guru Indonesia yang mendalami budaya Jepang. Andaikata mereka tau bahwa kami muslim, mereka pernah dengar tentang Islam, dan kemudian beberapa menghihndari kami barangkali juga karena ketidaktahuan mereka ttg Islam yg sebenarnya. Toh, ternyata masih banyak loh yang mengidentikkan Islam dengan teroris dan pandangan-pandangan semacam itu masih berenang-renang di pikiran masyarakat lokal Jepang terutama yang jarang berinteraksi dengan masyarakat asing.

Yeay, break dulu sampai sini. In sya Allah dilanjut lagi.

 

Advertisements

Author:

Pembelajar, ingin menjadi ibu plus guru keren di masa depan. Bercita-cita punya perpustakaan sendiri di mana anak-anak bisa belajar dan mendengarkan cerita seminggu sekali.

Kindly share your thoughts here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s